Partai terlarang Mesir ikut pemilu

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohammed Badie
Keterangan gambar, Ikhwanul Muslimin ikut pemilihan untuk meningkatkan gagasan alternatif

Gerakan Oposisi paling besar di Mesir, Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) akan ikut dalam pemilihan parlemen bulan depan.

Kelompok berhaluan Islamis yang dilarang itu, meraup 20% kursi di parlemen tahun 2005 dan mengajukan para calonnya sebagai calon-calon independen.

Tokoh oposisi Mohammed ElBaradei sebelumnya mengimbau agar pemilihan diboikot.

Namun kelompok tersebut mengatakan mereka akan ikut bertarung dalam memperebutkan 169 kursi dari sekitar 500 kursi yang tersedia.

Keberhasilan Ikhawanul Muslimin tahun 2005 mengejutkan lembaga-lembaga politik dan kerberhasilan itu mereka capai meskipun terdapat laporan mengenai adanya kecurangan dalam penghitungan suara.

Ditekan

Sejak itu Ikhwanul Muslim ditekan oleh pemerintah, dan beberapa tokoh seniornya ditangkap.

Pemimpin mereka Mohammed Badie mengatakan ia ingin mendorong warga agar melawan ketidakadilan.

"Kami meminta seluruh rakyat Mesir agar berdiri tegak menghadapi upaya curang dalam pemilihan dan kami mengimbau pemerintah agar memastikan pemilihan yang adil," katanya kepada para wartawan hari Sabtu.

Badie menambahkan pemilihan yang curang akan menyebab pemilihan presiden tahun 2011 diragukan.

Tiga puluh tahun

Presiden Hosni Mubarak, yang berusia 82 tahun dan telah memerintah Mesir selama 30 tahun, sampai sekarang belum mengungkapkan apakah ia akan ikut dalam pemilihan untuk masa jabatan yang keenam kalinya.

Elbaradai, mantan kapala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang kembali ke Mesir bulan Februari lalu, telah bekerja sama secara erat dengan Ikhwanul Muslimin untuk mengajukan petisi guna mereformasi sistem pemilihan.

Ia berdalih bahwa dengan memboikot pemilihan parlemen maka pemerintah tidak bisa memperoleh legimitisi.

Tatapi seorang jurubicara Ikhawanul Muslimin mengatakan bahwa partisipasi mereka dalam pemilihan akan memberi berbagai gagasan alternatif.