Cile bersiap entas 33 pekerja tambang

Cile tengah merampungkan persiapan akhir operasi penyelamatan 33 pekerja tambang yang terjebak di bawah tanah.
Mereka berada di lokasi 700 meter di bawah tanah lebih dari dua bulan.
Menteri Pertambangan Cile Laurence Golborne mengatakan upaya untuk menyelamatkan para pekerja tambang itu akan mulai dilakukan setelah pukul 2200 waktu setempat Selasa (0800 WIB, Rabu).
Sebelumnya, Golborne mengatakan, jika pengangkatan sudah dimulai, diperlukan total waktu 48 jam.
Sementara itu, Presiden Cile Sebastian Pinera telah tiba di lokasi pertambangan untuk mengawasi tahap akhir operasi penyelamatan.
Pinera berterimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya penyelamatan, dan menyatakan Cile telah menunjukkan sisi terbaiknya di tengah krisis.
Para kru tambang terjebak di bawah tanah setelah terowongan di tambang tempat mereka bekerja ambruk pada 5 Agustus.
Sebuah kapsul baja yang dirancang khusus dan mesin penarik telah disiapkan di dekat lubang yang dibor dari permukaan tanah untuk menjangkau posisi pekerja yang terkurung.
Kapsul itu akan mengangkat pekerja tambang satu per satu. Selama proses pengentasan, mereka mengenakan masker oksigen dan ikat pinggang khusus yang dilengkapi dengan perlengkapan untuk memantau kondisi vital mereka.
Penyambutan
Orang pertama yang akan dientas adalah Florencio Avalos, 31 tahun, kata para pejabat. Sedangkan, orang terakhir yang akan dikeluarkan adalah pimpinan tim pekerja Luis Urzua, 54 tahun.
Para wartawan mengatakan atmosfir menyelimuti orang di permukaan tambang yang berlokasi di Copiapo, belahan utara Cile. Anggota keluarga pekerja tambang mempersiapkan penyambutan dengan cara masing-masing.
Setiap pekerja tambang yang sudah dikeluarkan ke permukaan tanah direncanakan akan langsung diterbangkan ke rumah sakit di Copiapo.
Presiden Bolivia Evo Morales juga dijadwalkan tiba di San Jose, yang dekat dekat lokasi tambang tempat para pekerja terjebak, untuk menyambut warganya, Carlos Mamani, yang ikut terkurung.
Lebih dari seribu wartawan dari seluruh dunia berkumpul untuk meliput upaya pengentasan.
Dari Washington D.C., Gedung Putih telah mengeluarkan pernyataan dari Presiden AS Barack Obama.
Dalam pernyataan itu, Obama mengatakan pikiran dan doa bangsanya menyertai para pekerja tambang, keluarga mereka, serta penyelamat.
Obama juga mengatakan dia ikut bangga atas jasa tim pakar Amerika yang mendukung penyelamatan.





























