AS sidangkan tentara pembunuh

Pengadilan militer Amerika Serikat segera menggelar sidang terhadap seorang tentara yang dituduh melakukan pembunuhan warga sipil Afghanistan.
Pernyataan resmi Angkatan Darat AS, Kopral Jeremy Morlock adalah satu dari lima tentara AS yang dituduh membunuh tiga warga sipil Afghanistan awal tahun ini. Kelima terdakwa sudah menyangkal tuduhan ini.
Jika terbukti bersalah, Kopral Morlock terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup.
Juru bicara Angkatan Darat AS Mayor Kathleen Turner sebenarnya dakwaan pembunuhan ini berpotensi mengantarkan terdakwanya ke hukuman mati. Namun, kata Turner, Angkatan Darat memutuskan tidak akan memilih hukuman ini.
Kasus ini terjadi antara Januari hingga Mei tahun ini saat pasukan Kopral Morlock ditugaskan ke Kandahar, Afghanistan Selatan.
Pasukan Kopral Morlock ini adalah bagian dari tentara ke-5 Brigade Stryker yang dikirim ke Afghanistan tahun 2009 dan menghadapi perlawanan sengit di Kandahar.
Kelima prajurit ini didakwa membunuh warga yang sebenarnya tidak memberikan ancaman apapun. Tanpa peringatan apapun, para prajurit ini melemparkan granat dan menembaki warga sipil.
Sementara tujuh prajurit lain dituding menutupi peristiwa ini dan membantu menyingkirkan jenazah korban dan mengumbulkan serpihan tubuh korban tewas.
Pasukan liar

Dalam pemeriksaan pra peradilan bulan lalu, pengacara Kopral Morlock, Michael Waddington mengatakan bukti-bukti yang mengaitkan kliennya dengan pembunuhan itu sangat minim.
Dia menambahkan Kopral Morlock sudah bekerja sama dengan tim investigasi dan menderita gegar otak akibat rangkaian pertempuran di Afghanistan.
Kedua faktor ini, kata Waddington, kemungkinan besar menjadi pertimbangan pengadilan militer tidak menjatuhkan ancaman hukuman mati untuk Kopral Morlock.
Penyidik Angkatan Darat mengatakan dalam wawancara yang digelar bulan Mei lalu, Kopral Morlock secara detail menjelaskan peristiwa itu yang menurut dia dikomandoi pimpinan pasukan Sersan Calvin Gibbs.
Jaksa militer menjelaskan dalam peristiwa pembunuhan itu Kopral Morlock berperan sebagai asisten Sersan Gibbs dan mengajak tiga prajurit lain untuk ikut dalam aksi itu.
Michael Waddington menyatakan tengah mencari pernyataan Morlock yaitu tentang investigasi yang dilakukan Angkatan Darat ketika para prajurit ini tengah mendapatkan perawatan akibat luka-luka pertempuran.
Waddington menambahkan ketiga warga sipil Afghanistan itu adalah korban dari sebuah pasukan liar yang berkeliaran untuk sekadar membunuhi orang. Selain itu, dia menegaskan Kopral Morlock tidak menyebabkan kematian ketiga warga sipil itu.
Sedangkan juru bicara Angkatan Darat AS Mayor Kathleen Turner mengatakan sejauh ini belum ada keputusan untuk mengadili para tersangka lain termasuk Sersan Gibbs.
Sejauh ini Sersan Gibbs melalui pengacaranya membantah telah melakukan pembunuhan terhadap warga sipil. Gibbs mengatakan kematian ketiga warga sipil itu semata-mata akibat kontak senjata yang memang seharusnya terjadi.





























