Jepang ajukan protes resmi ke Cina

Unjuk rasa di Jepang
Keterangan gambar, Ketegangan diplomatik memicu unjuk rasa di kedua negara

Pemerintah Jepang sudah menyampaikan protes resmi kepada Beijing setelah dua kapal patroli perikanan Cina terlihat di dekat rangkaian pulau yang masih menjadi sengketa.

Kedua kapal Cina itu terlihat oleh penjaga pantai Jepang Minggu (24/10) malam.

"Tadi malam sekitar pukul 21.00, penjaga pantai kami melihat mereka dan setelah itu keduanya meninggalkan kawasan tersebut berlayar menuju utara ke arah Cina," kata juru bicara pemerintah Jepang, Yoshito Sengoku.

"Setelah insiden itu kami melancarkan protes melalui saluran-saluran diplomatik."

Hubungan dua negara perekonomian terbesar Asia ini menjadi tegang sejak penangkapan kapal ikan Cina oleh penjaga pantai Jepang di kawasan yang sama awal September.

Ketegangan diplimatik

Ketegangan antara Cina-Jepang ini memicu unjuk rasa dari kelompok nasionalis di kedua negara.

Hari Minggu sekitar 200 orang menggelar unjuk rasa anti-Jepang di Lanzhou, Cina barat laut, sehari setelah unjuk rasa serupa di Deyang, di sebelah Cina barat daya.

Sementara di Jepang, 300 warga menggelar unjuk rasa anti-Cina di Takamatsu pada hari Sabtu.

Jepang juga mendesak Cina memulihkan pemeriksaan bea cukai dalam ekspor logam bumi, yang digunakan untuk membuat berbagai produk seperti mesin turbin maupun mobil hibrida.

Beberapa pengusaha Jepang mengeluhkan pengapalan logam bumi yang terhambat sejak sengketa diplomatik memanas, namun Cina -yang memonopoli logam bumi- menegaskan tidak memberlakukan embargo.

Rangkaian pulau di Laut Cina Timur yang menjadi sengketa -yang disebut Senkaku di Jepang dan Diayou di Cina- saat ini dikuasai Jepang namun Cina menuntut kepemilikannya.

Pulau-pulau yang tidak berpenghuni tersebut merupakan kawasan yang kaya dengan sumber perikanan dan memiliki potensi cadangan gas dan minyak.