Puluhan korban dalam operasi pembebasan sandera di Irak

Sedikitnya 37 orang tewas setelah pasukan keamanan Irak menerobos masuk ke sebuah gereja Katolik di Baghdad untuk membebaskan puluhan sandera.
Termasuk dalam korban jiwa itu adalah 25 sandera dan tujuh aparat keamanan serta sedikitnya lima penyerang.
Sekitar 100 jemaat berada di dalam gereja Our Lady of Salvation saat misa Minggu malam, ketika sekelompok pria bersenjata menyerang dan menyandera semua jemaat.
Kelompok penyandera dilaporkan menuntut pembebasan militan al-Qaeda yang ditahan.
Stasiun TV lokal melaporkan menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai penyandera dari kelompok Negara Islam Irak, sebuah organisasi yang memayungi berbagai kelompok militan Sunni, termasuk jaringan al-Qaeda di Irak.
Laporan-laporan menyebutkan kelompok penyerang bukan orang Irak namun warga Arab dari luar negeri.
Pendeta dibunuh

Penduduk wilayah Karada, Baghdad -tempat serangan berlangsung- mengatakan pertama kali mendengar ledakan besar sekitar pukul 17.00 waktu setempat atau sekitar 20.00 WIB.
Kepolisian mengatakan sekelompok pria bersenjata menyerang gedung Bursa Irak dan kemudian menguasai gereja Katolik yang berada di seberang gedung.
Pasukan keamanan mengepung gereja dan menerobos masuk untuk membebaskan sandera.
Seorang sandera yang selamat mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kelompok bersenjata menyerbu ke dalam ruang doa dan langsung membunuh pendeta.
Laporan-laporan menyebutkan para penyandera melempar granat dan meledakkan rompi bunuh diri mereka.
Para saksi mata mengaku melihat pasukan Anmerika Serikat ikut dikerahkan ke lapangan dan juga ada helikopter AS terbang di atas tempat peristiwa.
Dalam beberapa tahun belakangan banyak gereja di Irak yang diserang, termasuk juga Our Lady of Salvation pada tahun 2004.
Terdapat sekitar 1,5 juta umat Kristen di Irak dan banyak yang meninggalkan negara itu setelah invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003.





























