Australia akan gelar referendum untuk masyarakat asli

Australia akan melakukan referendum untuk pengakuan masyarakat asli dalam konstitusi guna meningkatkan kondisi kehidupan mereka.
Perdana Menteri Julia Gillard mengatakannya sebagai 'satu dalam 50 tahun kesempatan' untuk memanfaatkan dukungan publik dan parlemen dalam mendapatkan pengakuan yang lebih besar bagi masyarakat yang masih terpinggirkan.
Julia Gillard -dari Partai Buruh yang beraliran kiri tengah- mengatakan upaya-upaya praktis untuk membantu masyarakat terasing tidak akan berhasil tanpa adanya penghormatan maupun yang pengakuan yang lebih besar terhadap mereka.
"Orang pertama dari bangsa kita yang memiliki tempat unik dan khusus dalam bangsa kita."
"Kami naik ke pemerintahan dengan pengetahuan bahwa perubahan dibutuhkan pada tingkat emosional dan juga praktis," tambahnya.
"Pengakuan atas masyarakat asli Australia, Aborijin dan warga Pulau Torres- dalam konstitusi Australia merupakan langkah lain, langkah berikut dalam perjalanan itu."
Dukungan Aborijin
Terdapat sekitar 550.000 masyarakat asli Australia atau sekitar 2,7% dari total penduduk.
Warga Aborijin dan warga Pulau Torres secara umum memiliki tingkat yang relatif tinggi dalam pengangguran, penahanan, penyalahgunaan obat bius, alkohol, maupun penyakit, seperti dilaporkan wartawan BBC di Sydney, Phil Mercer.
Referendum itu akan mengajukan pertanyaan untuk memberi pengakuan konstitusional kepada masyarakat asli, namun belum jelas kapan pelaksanaannya.
Para pemimpin Aborijin mengatakan hasil yang mendukung akan memiliki dampak dramatis dalam harga diri masyarakat mereka.
Sejak tahun 1901, Australia sudah menggelar 44 referendum dan hanya delapan yang mendapat dukungan untuk disahkan.





























