Enam negara tolak hadiri upacara Nobel

Pihak keamanan menutup kamera di depan kediaman istri Liu Xiabo
Keterangan gambar, Istri Liu dikenakan tahanan rumah sejak suaminya diumumkan menang

Enam duta besar menolak menghadiri upacara pemberian hadiah Nobel untuk aktivis Cina Liu Xiaobo.

Komisi Nobel Norwegia mengatakan para duta besar yang tidak akan datang adalah dari Cina, Rusia, Kazakhstan, Kuba, Moroko dan Irak.

Sekretaris komisi Nobel Geir Lundestad mengatakan mereka tidak memberi alasan mengapa tidak mau hadir.

Lundestad mengatakan Beijing meningkatkan upaya untuk mensabotase para tamu yang akan hadir dalam upacara tanggal 10 Desember itu.

"Saya belum pernah tahu ada negara yang secara aktif dan langsung mencoba membujuk para duta besar untuk tidak datang pada upacara Nobel," katanya.

Sebelumnya, Cina memperingatkan akan ada "konsekuensi" bila ada negara yang menunjukkan dukungan kepada Liu Xiaobo dalam upacara penghargaan.

Pemerintah Cina menyebut Liu sebagai "penjahat".

Rusia tak beri alasan

Liu Xiaobo
Keterangan gambar, Liu Xiaobo dihukum 11 tahun penjara dengan dakwaan subversi

Aktivis berusia 54 tahun itu mendapat hukuman 11 tahun penjara tahun lalu karena "memicu subversi" setelah menyusun Pasal 08 - yang menyerukan demokrasi multi partai dan penghargaan hak asasi di Cina.

Seorang juru bicara kedutaan besar Rusia di Oslo, Vladimjir Isupov, mengatakan duta besar tidak akan bertolak ke Norwegia untuk menghadiri upacara itu.

"Langkah ini tidak didasari pada motivasi politik dan kami tidak merasa ditekan Cina," katanya kepada kantor berita Associated Press.

Lundestad mengatakan 36 duta besar telah menerima undangan, enam menolak dan 16 belum membalas.

Hadiah Nobel itu sendirinya tampaknya tidak akan diberikan selama upacara karena tidak ada seorang pun dari keluarga Liu Xiaobo bisa hadir, kata sekretaris komisi Nobel.

Hadiah sebesar US$1,4 juta itu hanya boleh diambi oleh penerima atau keluarga dekat.

Istri Liu dikenakan tahanan rumah sejak hadiah itu diumumkan.

Rekan-rekan Liu dan istrinya mengatakan kepada AP bahwa saudara-saudaranya dijaga ketat oleh polisi.