Korut pastikan kecurigaan AS

Laporan mengenai pembangunan fasilitas nuklir baru Korea Utara semakin memastikan kekhawatiran Amerika Serikat tentang "tingkah laku bermusuhan" Pyongyang.
Perwira militer senior AS, Laksamana Mike Mullen, mengatakan Korea Utara "terus melakukan langkah yang menyebabkan ketidakstabilan kawasan".
Seorang ilmuwan AS mengatakan kepadanya diperlihatkan "lebih seribu mesin centrifuge atau mesin pemisah" yang digunakan untuk pengayaan uranium saat mengunjungi Korea Utara.
Uranium tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar nuklir atau dijadikan senjata.
"Saya memandang Korea Utara melanjutkan usaha yang merusak kestabilan kawasan," kata Laksamana Mullen, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata AS, kepada CNN.
"Hal ini memastikan atau mendukung kekhawatiran kami selama bertahun-tahun tentang pengayaan uranium, yang selalu mereka sangkal," katanya.
Pengayaan uranium
September tahun lalu, setelah menyangkal adanya kegiatan pengayaan uranium, Korea Utara menyatakan berada pada tahap akhir pengayaan uranium dan kembali memperingatkan bahwa mereka melanjutkan proses dan pembuatan senjata plutonium.
Laksamanan Mullen mengatakan laporan terakhir tentang kegiatan nuklir Korut seharusnya dikaitkan dengan penenggelaman kapal perang Korea Selatan pada bulan Maret.
Seoul dan Washington memandang Pyongyang bertanggungjawab.
Penenggelaman Cheonan yang diduga lewat serangan torpedo menewaskan 46 pelaut Korsel dan memicu ketegangan di Semenanjung Korea.
"Ini semua sejalan dengan tingkah laku bermusuhan, penciptaan ketidakstabilan di bagian dunia yang berbahaya," kata Mullen.
Pernyataannya dikeluarkan setelah penerbitan laporan ilmuwan Amerika, Siegfried Heckler, tentang kunjungannya ke Korea Utara minggu lalu ke kompleks nuklir Yongbyon, sekitar 100 kilometer utara Pyongyang.





























