Pidato pertama presiden Korsel setelah serangan Korut

Presiden Lee Myung-bak
Keterangan gambar, Presiden Lee Myung-bak menyebut serangan Korut brutal

Presiden Korea Selatan, Lee Myung-Bak, mengatakan kepada warganya dalam siaran TV nasional bahwa ia merasa bertanggung jawab atas kegagalan melindungi mereka dari serangan artileti Korea Utara ke Pulau Yeonpyeong.

Pidatonya selama tujuh menit itu merupakan pidato pertama sejak serangan Selasa pekan lalu, yang menewaskan dua marinir dan dua warga sipil Korea Selatan.

Dia juga mengatakan serangan militer atas penduduk sipil adalah tidak manusiawi dan merupakan kejahatan yang dilarang pada masa perang sekali pun.

"Menyerang penduduk secara militer adakah tidak manusiawi dan dilarang dengan tegas pada masa perang. Saya tidak bisa tidak mengungkapkan kemarahan pada kebrutalan Korea Utara," kata Presien Lee Myung-Bak.

Namun Presiden Lee tidak merinci lebih jauh tentang bagaimana Seoul akan memberi tanggapan atas kemungkinan provokasi lain dari Pyongyang di masa depan.

Enam negara

Ketegangan tetap tinggi di Semenanjung Korea, selepas latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Pyongyang menggambarkan latihan empat hari di Laut Kuning -tak jauh dari perbatasan kedua Korea- sebagai sebuah provokasi.

Di dalam negerinya, Presiden Lee mendapat kritik dari kubu oposisi maupun dari dalam partainya sendiri yang berpendapat tanggapan atas pemboman Korea Utara terlalu lembek dan lamban.

Komentar presiden ini muncul sehari setelah Cina menyerukan pertemuan darurat negara-negara utama untuk meredam ketegangan di Semenanjung Korea.

Beijing mengusulkan enam negara yang ikut dalam perundingan perlucutan senjata nuklir Korea Utara menggelar pertemuan pada Bulan Desember.

Selaian kedua Korea, empat negara lainnya adalah Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Rusia.