Minuman ringan gratis agar pengemudi tidak mabuk

Minuman beralkohol
Keterangan gambar, Sudah menjadi tradisi minum alkohol pada musim Natal dan Tahun Baru

Para pengemudi di Inggris akan ditawari minuman ringan gratis dalam kampanye antimenyetir dalam kedaaan mabuk pada musim Natal.

Sudah menjadi tradisi di Inggris untuk minum alkohol berlebihan di seputar perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dan sebagian orang masih harus menyetir untuk pulang karena layanan transportasi yang sama sekali tidak berjalan pada hari Natal maupun hanya sebagian kecil saat Tahun Baru.

Sekitar 8.000 pub akan ikut serta dalam skema penawaran minuman ringan dengan sistem 'beli satu dapat satu gratis.'

Skema ini merupakan kerja sama antara kampanye keselamatan di jalan raya, THINK!, dan Coca Cola.

Kampanye minuman ringan gratis ini akan disiarkan lewat radio, poster, mapun kegiatan online hingga tanggal 2 Januari 2011.

Saat meluncurkan kampanye ini, Menteri muda Urusan Keselamatan Jalan Raya Inggris, Mike Penning, menyarankan para pengemudi sebaiknya mengetahui dengan pasti bahwa menyetir setelah minum alkohol yang melewati ambang batas bisa membuat mereka kehilangan surat izin mengemudi serta mendapat denda atau mungkin hukuman penjara.

"Tahun lalu 380 orang mati dalam kecelakaan jalan raya karena pengemudi melewati batas ambang alkohol. Itulah sebabnya pesan kami jelas, jangan minum dan menyetir," kata Penning.

Berbagai alasan

Bagaimanapun muncul kritik atas kampanye terbaru ini, antara lain karena tidak disiarkan lewat saluran TV.

"Saya amat kecewa, hal ini selalu terjadi di masa-masa sebelumnya," kata Carole Whittingham dari Kampanye Antiminum Alkohol dan Menyetir.

"Saya menduga penjelasan yang diberikan pemerintah adalah 'kami tidak mampu.' Namun jujur saja, saya kira Anda tidak bisa mempertimbangkan biaya untuk menyelamatkan nyawa seseorang."

Sementara itu perusahaan layanan bantuan dan asuransi mobil, AA, mengungkapkan hasil jajak pendapat dari 18.251 anggotanya tentang alasan yang paling sering disampaikan oleh para pengemudi yang minum alkohol melewati ambang batas adalah, "Cuma dekat saja kok."

Alasan kedua yang paling sering disampaikan adalah, "Saya sudah makan jadi makanan itu akan menyerap alkohol."

Beberapa alasan lainnya berupa, "Sudah beberapa waktu berlalu sejak minuman terakhir" atau "lalu lintasnya sepi" maupun "tidak akan tertangkap."

Sebanyak 67% responden yang berusia 18-24 tahun mengatakan pernah mendengar alasan, "Cuma dekat saja kok" sedangkan 35% mendengar alasan "Tidak akan tertangkap."