Mengunyah daun sumber kokain sudah ribuan tahun lalu

Tim ilmuwan dari Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat, mengatakan masyarakat suku di pegunungan Andes, sudah mengunyah daun koka -yang merupakan sumber kokain- sedikitnya sejak 8.000 tahun lalu.
Dedaunan dan bebatuan yang terkubur di Peru memperlihatkan bahwa daun koka sudah digunakan sebagai obat sejak ribuan tahun.
Di jaman moderen ini, daun koka selalu dikaitkan dengan kokain.
Daun koka memiliki serangkaian bahan kimia yang disebut alkaloids yang bisa mengatasi kelelahan, kelaparan atau bahkan mabuk di ketinggian serta merangsang hal-hal lain yang sudah diketahui sejak dulu sebelum kokain ditemukan.
Membakar batu
Salah satu cara yang diketahui secara umum untuk mendapatkan alkaloids adalah dengan membakar batu yang mengandung kalsium sehingga menghasilkan abu yang kemudian dikunyah bersama daun koka, seperti dilaporkan wartawan Sains BBC, Jason Palmer.
Praktek tersebut masih terus dijalankan saat ini di kalangan masyarakat pegunungan Andes.
Sebagaimana halnya tanaman, daun membusuk setelah sekian lama sehingga bukti tentang penggunaan daun koka pertama kali sulit ditemukan.
Perkiraan sebelumnya menyebutkan mengunyah daun itu sudah dimulai sektiar 3.000 tahun lalu sedangkan bukti tentang pembakaran batu yang mengandung kalsium ditemukan lebih baru lagi.
Namun kini para peneliti menemukan daun yang dikunyah di lantai-lantai beberapa rumah di Peru yang berusia sekitar 5.000 tahun lalu.
Di dekat tempat itu, ditemukan juga batu yang sudah dibakar yang memberi petunjuk bahwa 8.000 tahun lalu, masyarakat Peru sudah tahu menggunakan tanaman sebagai obat-obatan.





























