Iran 'buat uranium mentah sendiri'

yellowcake, urania
Keterangan gambar, Iran memiliki beberapa fasilitas pengolahan nuklir

Iran menyatakan telah mulai mengirimkan uranium mentah atau yellowcake buatan dalam negeri pertama ke fasilitas nuklir yang kemudian bisa memperkayanya.

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh kepala badan program nuklir Iran Ali Akbar Salehi.

Pejabat tinggi Iran tersebut melontarkan pernyataan itu satu hari sebelum perundingan antara Iran dan beberapa negara kuat dunia di Swiss mengenai program nuklir yang digulirkan Teheran.

Uranium yang diperkaya bisa digunakan untuk bahan bakar dalam reaktor atau diubah menjadi bom nuklir.

Amerika Serikat dan sekutunya yakin Iran mungkin mencoba memproduksi senjata nuklir, namun tudingan itu ditepis oleh Iran.

Teheran menyatakan program nuklirnya untuk keperluan sipil dan tujuan damai.

''Barat telah memperkirakan kemungkinan kami akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan mentah, tapi hari ini kami telah mengirimkan gelombang pertama yellowcake dari tambang Gachin ke fasilitas [konversi] Isfahan,'' kata Salehi di televisi negara.

Persediaan yellowcake atau urania di tangan Iran diyakini menipis. Persediaan uranium mentah negara itu semula diimpor dari Afrika Selatan pada tahun 1970-an.

Urania diperoleh dari pengolahan biji uranium. Sebagai uranium yang belum diperkaya, yellowcake tidak dengan sendirinya bisa digunakan untuk senjata nuklir.

Namun, bahan radioaktif tersebut bisa digunakan untuk mengembangbiakkan plutonium, yang kemudian bisa dipergunakan dalam senjata atom, kata ahli fisika nuklir.

Perundingan

Hari Senin di Jenewa, Swiss, Iran dan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB - yaitu, Amerika Serikat, Rusia, Cina, Prancis dan Inggris - di tambah Jerman.

Menlu AS Hillary R Clinton mendesak Iran agar datang ke perundingan dengan itikat baik dan dengan ''pemahaman yang lebih jernih terhadap makna pengucilan'', mengingat negara tersebut sudah menghadapi beberapa lapis paket sanksi PBB.

Sanksi tersebut dijatuhkan terhadap Iran atas dasar penilaian bahwa negara itu tidak memenuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang memerintahkan Teheran agar tidak lagi memperkaya uranium.

Dewan Keamanan menyatakan hingga maksud damai Iran bisa dipastikan secara menyeluruh, negara itu harus menghentikan pengayaan dan kegiatan nuklir lain.

Iran mengatakan sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), dia berhak untuk memperkaya uranium untuk mendapatkan bahan bakar bagi pusat tenaga nuklir sipil.