Julian Assange siap lawan ekstradisi

Pendiri Wikileaks Julian Assange siap menghadapi upaya ekstradisi Swedia, kata salah seorang kuasa hukumnya Jennifer Robinson yang mahir berbahasa Indonesia.
"Kami sangat yakin bisa melawan ekstradisi ini. Yang penting dicatat, tuduhan dari Swedia tidak benar, dan fakta menunjukkan tidak ada perkosaan. Pak Assange menyangkal tuduhan ini...karena tidak ada bukti sama sekali," kata Jennifer Robinson kepada BBC Indonesia.
Nona Robinson juga mengatakan tuduhan ini sempat dibatalkan sebelumnya karena tidak ada bukti namun kemudian diangkat kembali oleh seorang pengacara Swedia.
"Sesudah kasus ini muncul, pemimpin jaksa membuang kasus ini karena tidak ada bukti sama sekali, dan setelah itu, seorang pengacara yang terkait dengan partai-partai politik di Swedia melawan keputusan itu.
"Dan penyelidikan dimulai lagi. Ini sangat aneh," tambahnya.
Sementara itu pengacara dua perempuan Swedia yang mengajukan tuduhan kejahatan seksual terhadap Assange, mengatakan mereka tidak terlibat dalam motivasi politik apapun.
Claes Borgstrom mengatakan tuduhan itu tidak ada kaitannya dengan Wikileaks ataupun CIA.
Hacking Mastercard
Tetapi Jennifer Robinson mengatakan surat penahanan terhadap Assange tidak "proporsional" dan tuduhan terhadapnya terkait politik.
"Pemilihan waktu keluarnya arrest warrant (surat penahanan) sangat menarik dan memberi kesan ada campur tangan politik dibaliknya," kata Robinson.
"Surat penahanan tidak diperlukan sama sekali karena kami telah beri kesempatan kepada jaksa penuntut untuk bertemu Assange," katanya lagi.
Ia mengatakan kasus ini juga sangat lemah karena tidak ada bukti-bukti yang mendukung.
"Aksi ini sangat luar biasa, pasti ada kaitannya dengan pembocoran dokumen ini." tambahnya.
Sementara itu, para hacker komputer mengatakan mereka sempat melumpuhkan sebentar situs Mastercard, perusahaan yang menghentikan penerimaan sumbangan untuk Wikileaks.
Kelompok hacker, yang menyebut diri Operation Payback (Operasi Pembalasan), melumpuhkan situs kartu kredit itu selama sekitar satu jam.
Kelompok yang sama mengatakan sebelumnya mereka menyerang situs bank Swis, Postfinance, yang menutup rekening Assange.





























