Kapal tenggelam, dua WNI tewas

samudera selatan
Waktu membaca: 1 menit

Dua anak buah kapal warga negara Indonesia meninggal dunia dan lima lainnya masih hilang ketika kapal pukat Korea Selatan yang mereka awaki tenggelam di Lautan Selatan, Senin (13/12), kata pejabat.

Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Selandia Baru Maria Renata Hutagalung mengatakan informasi dari departemen luar negeri Selandia Baru menyebutkan 11 warga Indonesia menjadi awak kapal Korea Selatan yang bernama Insung.

"Dari 11 itu ada empat yang dinyatakan selamat, dua meninggal dan lima masih hilang," kata Maria Renata Hutagalung kepada BBC Indonesia.

Keberadaan empat anak buah kapal WNI yang selamat, lanjutnya, belum diketahui secara pasti karena masih menunggu informasi lebih lanjut dari kementerian luar negeri Selandia Baru.

Identitas belum diketahui

Menurut kementerian luar negeri Korea Selatan, pemerintah telah meminta Selandia Baru untuk mencari korban yang hilang.

Kapal pukat Insung berbobot 614 ton.

Juru bicara otorita maritim Selandia Baru Ross Henderson, kepada kantor berita AFP mengatakan semua kapal di Lautan Selatan telah diminta menuju lokasi tenggelamnya kapal untuk mencari korban selamat.

Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Selandia Baru Maria Renata Hutagalung mengatakan nama-nama ABK yang berada di atas kapal naas juga belum diketahui dan masih menunggu penjelasan dari kementerian luar negeri Selandia Baru.

"Kami akan diberitahu nama-nama korban hilang maupun yang selamat dan yang meninggal untuk kemudian akan diambil langkah-langkah selanjutnya," jelasnya.

Kapal pencari ikan tersebut dilaporkan berlayar hingga 2.000 kilometer ke selatan Selandia Baru.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa delapan awak berasal dari Korsel, delapan dari Cina, 11 Indonesia, tiga Filipina, dan satu orang dari Rusia.