Rakyat Korea Selatan diminta bersatu

Lee Myung-bak
Keterangan gambar, Lee Myung-bak mengatakan masih menginginkan reunifikasi dengan Korut

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak meminta rakyat bersatu di tengah ancaman agresi militer Korea Utara.

Dalam pidato yang disiarkan oleh seluruh jaringan radio pada hari Senin (27/12), Presiden Lee mengatakan kelangsungan hidup bangsa Korsel tengah dipertaruhkan.

"Kita tidak boleh terpecah ketika keamanan nasional sedang terancam," kata Lee.

Ia mengatakan aneka pendapat di kalangan rakyat terkait dengan penenggelaman kapal perang Korsel yang menewaskan 46 orang Maret lalu membuat Korut menyerang Pulau Yeonpyong.

"Ketika kita bersatu Korut tidak akan berani menyerang," tegasnya.

Di akhir pidato, Presiden Lee mengatakan Korsel masih menginginkan penyatuan dengan Korut secara damai.

Masih tegang

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak Korut melancarkan serangan ke Yeonpyong yang menewaskan dua marinir san dua warga sipil Korsel.

Sejak insiden tersebut pemerintah Korsel mengganti menteri pertahanan dan menggelar sejumlah latihan perang.

Korut sementara itu pekan lalu menegaskan akan melancarkan perang suci terhadap Korsel.

Pyongyang membantah telah menenggelamkan kapal perang Korsel.

Soal serangan terhadap Yeonpyong, pemerintah Korut mengatakan aksi tersebut diambil karena Korsel menggelar latihan militer di dekat perbatasan dan peluru artileri Korsel jatuh di wilayah Korut.

Dalam perkembangan terkait, pada hari Minggu diumumkan menteri pertahanan Korsel dan Cina akan bertemu di Beijing Februari mendatang.