AS usir duta besar Venezuela

Presiden Venezuela Hugo Chavez
Keterangan gambar, Presiden Venezuela Hugo Chavez menantang AS untuk putus hubungan

Amerika Serikat telah mengusir duta besar Venezuela dengan mencabut visanya, menyusul sengketa soal pemilihan duta besar Amerika Serikat untuk Venezuela.

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama telah memilih Larry Palmer untuk menjadi duta besarnya di Venezuela namun Presiden Venezuela menolak mentah-mentah pilihan tersebut karena Palmer pernah mengeluarkan pernyataan yang menyinggung Chavez pada awal tahun ini.

Sementara Duta besar Venezuela, Bernardo Alvarez Herrera, saat ini diperkirakan masih berada di Amerika Serikat.

Kementerian luar negeri Amerika Serikat menyalahkan Venezuela terkait langkah pencabutan visa ini.

"Kami sudah nyatakan akan ada konsekuensinya jika Pemerintah Venezuela membatalkan persetujuan mengenai pilihan (duta besar ) kami, Larry Palmer. Kami telah mengambil langkah balasan yang sesuai dan proporsional," ujar juru bicara kementerian luar negeri, Mark Toner.

Selasa (28/12) lalu, Presiden Venezuela Hugo Chavez telah menantang Amerika Serikat untuk memutuskan hubungan diplomasi kedua negara.

"Kalau Pemerintah Amerika Serikat ingin mengusir duta besar kami, ya silakan. Biarkan saja kalau mereka ingin memutuskan hubungan diplomasi," ujar Chavez dalam pidatonya di stasiun televisi milik negara.

"Mereka ( AS) bisa melakukan apa saja tetapi lelaki itu (Palmer), tidak bisa datang ke negara ini sebagai duta besar. Siapapun yang datang ke sini sebagai duta besar harus menunjukkan sikap hormat. Negara ini harus dihormati," ujar Chavez.

Pemilihan Duta Besar Larry Palmer masih harus disetujui oleh senat Amerika Serikat.