Korsel ulurkan tangan kepada Korut

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak mengatakan pintu dialog dengan Korea Utara tetap terbuka.
Presiden Lee berbicara dalam pesan tahun baru yang dia sampaikan hari Senin menanggapi pesan tahun baru dari Pyongyang.
Dalam artikel di koran resmi Korea Utara dua hari lalu, pemerintah di Pyongyang menyatakan kesediaan untuk berunding dengan Korea Selatan tetapi di sisi lain juga menyatakan peningkatan kemampuan militer.
Semenanjung Korea mengalami peningkatan ketegangan sepanjang tahun 2010, terutama setelah Korea Utara melakukan tembakan artileri atas Pulau Yeonpyeong November lalu yang menewaskan dua warga sipil dan dua marinir Korea Selatan.
"Keadaan sebelum dan sesudah provokasi atas Pulau Yeonpyeong tidak bisa sama," kata Presiden Lee.
Dia mengatakan setiap provokasi Korea Utara akan menghadapi tanggapan tegas dan keras.
Namun dalam pidatonya Presiden Lee juga membuka kemungkinan untuk berunding dengan Korea Utara, sebuah sikap yang baru seminggu ini dia tunjukkan.
"Kalau pihak utara tulus, kami punya rencana dan niat untuk melipatgandakan kerjasama ekonomi bersama masyarakat internasional," kata Presiden Lee.
Sebelumnya Presiden Lee menyatakan tidak akan berbicara dengan Korea Utara sebelum negara itu minta maaf atas penenggelaman kapal perang Korea Selatan yang menewaskan 46 pelautnya.
Sementara itu pejabat Amerika yang mengurusi kebijakan dengan Korea Utara, Stephen Bosworth, dijadwalkan akan tiba di Seoul hari Selasa.
Korea Selatan dan Korea Utara belum menandatangi perjanjian damai setelah perang Korea yang berlangsung antara tahun 1950 sampai 1953.





























