PBB tambah pasukan di Pantai Gading

Pasukan PBB di Pantai Gading
Keterangan gambar, Sekitar 10.000 Pasukan PBB berada di Pantai Gading untuk mengamankan Alassane Ouattara

Pasukan PBB di Pantai Gading meminta penambahan pasukan sekitar 1.000-2.000 tentara kepada Dewan Keamanan PBB karena krisis politik yang berlanjut di Pantai Gading.

Kepala pasukan perdamaian PBB di Pantai Gading Alain Le Roy berharap pasukan tambahan akan datang pada beberapa pekan mendatang.

Pasukan PBB telah menjaga hotel di Abidjan yang merupakan tempat sementara Alassane Ouattara, Presiden Pantai Gading yang diakui dunia internasional.

Presiden lama, Laurent Gbagbo menolak untuk mundur.

Le Roy mengatakan pasukan tambahan itu dibutuhkan karena pasukan yang ada sekarang memiliki tugas untuk menjaga hotel.

Sekitar 10.000 orang pasukan perdamaian PBB telah berada di negara itu.

Dia juga mengatakan pasukan PBB akan menghadapi musuh yang lebih banyak karena pemberitaan yang salah karena media dikontrol oleh Gbagbo.

Tidak ada perang sipil

Blokade dilakukan oleh pasukan Gbagbo di sekitar hotel tempat Alassane Ouattara.

Pada Rabu (5/1) Menteri Luar Negeri Pantai Gading Alcide Djedje, mengatakan blokade akan diakhiri jika bekas pemberontak yang melindungi Ouattara meninggalkan gedung.

Djedje mengatakan tentara Pantai Gading tidak dapat mentoleransi jika 300 orang bekas pemberontak bersenjata berada di hotel.

"Jika pasukan itu pergi, maka blokade akan dibuka."

Wilayah utara di negara itu berada dalam kendali pasukan tentara baru yang merupakan bekas anggota kelompok pemberontak yang mendukung Ouattara.

Pemilu presiden yang digelar pada 28 November lalu dimaksudkan sebagai ajang reunifikasi di negara yang dilanda konflik sejak 2002.

Hasil pemilu yang dimenangkan oleh Ouattara dibatalkan oleh Dewan Konstitusi yang mendukung Gbagbo.