Bashir: Sudan Selatan belum siap pisah

Presiden Omar al-Bashir
Keterangan gambar, Presiden Sudan mengatakan Sudan selatan belum siap merdeka

Presiden Sudan Omar al-Bashir memperingatkan Sudan Selatan akan menghadapi ketidakstabilan apabila memilih untuk berpisah.

Presiden Bashir menyatakan pendapatnya kepada televisi al-Jazeera sebelum rakyat Sudan Selatan memberikan suara dalam referendum hari Minggu untuk memilih merdeka atau tetap menjadi bagian dari Sudan.

Para wartawan di Sudan memperkirakan rakyat di Sudan Selatan sebagian besar akan memilih untuk merdeka.

Referendum ini merupakan bagian dari perjanjian damai tahun 2005 yang mengakhiri perang saudara 20 tahun antara pemerintah Sudan dan gerakan kemerdekaan di selatan.

Dalam wawancara dengan televisi al-Jazeera dalam Bahasa Arab, Presiden Bashir mengatakan dia memahami keinginan banyak rakyat Sudan Selatan untuk merdeka, tetapi juga mempertanyakan kemampuan negara baru itu untuk mengatasi persoalan.

Kaya minyak

"Sudan Selatan tidak mempunyai kemampuan untuk menghidupi warganya, atau membentuk suatu negara atau suatu otorita," kata Bashir.

Presiden Bashir memperingatkan bahwa warga Sudan selatan di utara tidak akan boleh mempunyai kewarganegaraan ganda.

Dia juga memperingatkan bahwa apabila Sudan Selatan kelak merebut wilayah Abyei yang kaya minyak, perang bisa pecah.

Sebagai alternatif, Presiden Bashir mengusulkan agar kedua negara bergabung dalam sebuah blok mirip Uni Eropa.

Para analis memperkirkan Presiden Bashir mendapat banyak desakan dari para politisi di utara yang takut bahwa pemisahan Sudan Selatan akan menyebabkan perpecahan di bagian Sudan yang lain.

Sudan terbagi antara wilayah utara yang mayoritas beragama Islam dan berkebangsaan Arab dengan bagian selatan penduduknya etnik Afrika dan umumnya beragama Kristen.