Israel hancurkan hotel di Yerusalem Timur

Hotel Shepherd
Keterangan gambar, Hotel Shepherd sebelumnya adalah kediaman Imam Besar Yerusalem

Sejumlah buldoser Israel menghancurkan bagian dari satu hotel di Yerusalem Timur untuk lokasi 20 rumah pemukiman Yahudi baru.

Penghancuran Hotel Shepherd itu membuat marah warga Palestina yang menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara Palestina yang akan dibentuk.

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan Israel menghancurkan segala pelung untuk kembali ke perundingan damai dengan aksi penghancuran itu.

Israel mengatakan pihaknya berhak membangun perumahan di seluruh wilayah kota itu.

Hotel Shepherd dibangun tahun 1930 dan pernah merupakan tempat tinggal Amin a-Husseini, Imam Besar yerusalem yang kemudian menjadi sekutu Adolf Hitler dalam Perang Dunia Kedua.

Kepemilikan hotel itu saat ini dipertikaikan. Israel mengatakan kompleks itu adalah milik seorang pengembang properti Yahudi-Amerika tetapi pihak Palestina mengatakan gedung itu dirampas secara ilegal setelah Israel menduduki Yerusalem Timur tahun 1967.

"Dengan melakukan hal ini Israel menghancurkan seluruh upaya Amerika dan menghentikan segala kemungkinan untuk kembali ke meja perundingan," kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara Mahmud Abbas.

Upaya Amerika untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian kandas tahun lalu, setelah Israel menolak mengakhiri pembangunan pemukiman Yahudi di tanah pendudukan Palestina.

"Israel tidak memiliki hak untuk membangun di bagian mana pun dari Yerusalem atau bagian lainnya dari tanah Palestina yang diduduki tahun 1967," kata Abu Rudeina.