Gates kunjungi Cina perbaiki hubungan militer

Menhan AS Robert Gates
Keterangan gambar, Hubungan militer AS-Cina retak akibat penjualan senjata ke Taiwan

Menteri Pertahanan AS Robert Gates akan mulai pembicaraan dengan sejumlah pejabat puncak Cina, dalam upaya memperbaiki hubungan militer dua negara melalui kunjungan tiga hari.

Hubungan militer dua negara renggang tahun lalu karena Cina tersinggung akibat langkah AS menjual sistem persenjataan pada Taiwan bernilai miliaran dollar.

Beijing sampai kini tetap menganggap Taiwan sebagai bagian dari provinsinya dan langkah itu dianggap melanggar kedaulatan Cina.

Sementara menurut Menhan Gates dalam pernyataan sebelum mendarat di beijing Minggu malam, kunjungan ini mengindikasikan kini Cina berminat memperbaiki hubungan militer sebagai bagian dari kerjasama bilateral, namun dia mengatakan tetap prihatin terhadap tingginya pertumbuhan kemampuan militer Cina.

Tidak biasa

Sementara seperti ditulis Reuters, Gates dijadwalkan menemui mitranya Menhan Liang Guanglie di markas besar militer Cina dengan jajaran penyambut mulai pejabat politik, militer dan diplomatik.

Sambutan ini, menurut Kolonel Senior Zhao Xiaozhuo yang merupakan pakar urusan militer AS di Akademi Sains Militer Beijing, menunjukkan besarnya perhatian Cina terhadap masa depan hubungan militer dengan AS.

Zhao juga menyebut jadwal pertemuan Menhan Gates dengan Menlu agak aneh.

"Pertemuan dengan Menlu Yang Jiechi diluar kebiasaan, ini menunjukkan gawatnya isu situasi Semenanjung Korea,"ulas Kolonel Zhao.

Selain dengan menhan dan menlu Cina, kunjungan Gates juga akan dipakai untuk bertemu sejumlah pejabat penting bidang politik lain di Beijing.

Gates terakhir mengunjungi Cina tahun 2007.

Kunjungan balasan pejabat tinggi Cina, PM Hu Jintao, sudah dijadwalkan berlangsung 19 Januari, pekan depan.

Menhan Robert Gates selanjutnya akan mengunjungi Tokyo rabu, dan Jumat berikutnya ke Seoul untuk membahas krisi Semenanjung Korea.