Jumlah korban tewas terus bertambah

Pemerintah Brasil merilis angka korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di sebelah utara Rio de Janeiro yang kini sudah mencapai 470 orang.
Kepolisian menyatakan korban tewas nampaknya masih akan bertambah karena masih banyak korban yang belum ditemukan atau belum teridentifikasi.
Di kota Tesopolis, petugas penyelamat dan rumah sakit kerepotan melayani warga yang terus berdatangan ke rumah sakit untuk menanyakan atau mencari keluarga mereka yang hilang.
Beberapa orang warga bahkan membawa foto sanak saudara mereka yang hilang untuk mempermudah jalannya identifikasi.
Kamis (13/1) malam sekitar 800 orang anggota tim penyelamat menghentikan untuk sementara upaya pencarian korban karena minimnya penerangan di kawasan perbukitan Serrana di utara Rio de Janeiro.
Namun, banyak warga yang terus berupaya mencari korban di tengah kegelapan hanya menggunakan tangan mereka.
Warga pasrah
Banyak pemandangan memilukan yang tersaji di kawasan yang terkena bencana itu.
Di kawasan Campo Grande, Teresopolis misalnya. Tim penyelamat menemukan sebuah keluarga yang tengah menarik jenazah salah seorang sanak saudaranya dari timbunan lumpur.
Salah seorang warga Campo Grande mengatakan dia kehilangan banyak teman dan sanak saudaranya akibat banjir dan longsor itu.
"Banyak teman saya yang belum ditemukan. Semuanya hilang. Kami kini serahkan hidup kami ke tangan Tuhan," kata Carols Euirico, seorang warga, kepada kantor berita Associated Press.
Angkatan Bersenjata Brasil sudah dikerahkan ke daerah bencana untuk membangun rumah sakit darurat.
Namun, dikhawatirkan rumah sakit darurat itu tidak bisa menangani membludaknya korban banjir dan longsor.
Sementara itu pemerintah kota Teresopolis mengatakan banjir dan longsor menghancurkan sebagian besar kawasan dan infrastruktur kota.
"Ada tiga kawasan permukiman yang hancur total. Hal yang sama juga menimpa sejumlah ruas jalan dan jembatan," kata Walikota Teresopolis Jorge Mario.
Pemerintah Brasil segera mengucurkan dana US$480 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun untuk mengatasi akibat bencana alam ini.





























