Medvedev kunjungi Palestina

Medvedev
Keterangan gambar, Medvedev ingin Rusia memainkan peran penting di Timur Tengah.

Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, hari ini (18/1) melakukan kunjungan yang tidak biasa ke wilayah tepi barat untuk bertemu dengan pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas.

Pemimpin kedua negara itu akan mendiskusikan upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai di kawasan Timur Tengah yang terhenti saat ini.

Medvedev sebelumnya juga berencana untuk mengunjungi Israel namun rencana itu terpaksa ditangguhkan karena sejumlah staff di kementrian luar negeri Israel melakukan aksi mogok karena persoalan pembayaran gaji mereka.

Pejabat di Palestina saat ini tengah mencari dukungan untuk memperkuat posisi mereka dalam menghadapi Israel di Dewan Keamanan PBB dalam isu rencana perluasan kawasan pemukiman di tepi barat dan Jerusalem Timur.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia mempunyai hak untuk melakukan veto terhadap resolusi yang dikeluarkan oleh PBB.

Penasihat politik luar negeri Medvedev, Sergei Prikhodko, megatakan Rusia tidak terlalu ambisius untuk berjalan sendiri dalam proses menghidupkan kembali pembicaraan damai di wilayah tersebut.

"Upaya itu akan penuh dengan halangan yang cukup tinggi," kata Sergei Prikhodko kepada Kantor Berita AFP.

"Kami tidak memposisikan diri sebagai juru selamat."

Bulan depan empat pihak yang menjadi mediator pembicaraan damai di kawasan itu -PBB,Amerika Serikat, Uni Eropa dan Rusia- akan bertemu untuk membicarakan proses lanjutan pembicaraan damai.