Obama dan Hu saling sindir

hu jintao
Keterangan gambar, Barack Obama dan Hu Jintao saling puji dan sindir

Presiden Amerika Serikat Barack Obama memuji hubungan Amerika dengan Cina dengan mengatakan kedua negara memiliki andil bagi kesuksesan masing-masing.

Dalam acara sambutan tamu negara untuk pemimpin Cina, Hu Jiantao, ia mengatakan AS dan Cina akan lebih makmur dan aman kalau bekerja sama.

Obama juga mengangkat soal hak asasi manusia yang mengganggu hubungan kedua negara.

Presiden Hu sementara itu mengatakan hubungan harus didasari rasa saling menghormati, dan kedua belah pihak harus saling menghormati pilihan jalan pembangunan masing-masing.

Kedua pemimpin negara saat ini sedang membicarakan berbagai hal yang diyakini akan menyangkut persoalan mata uang dan perdagangan hingga pertahanan dan keamanan.

Pejabat Amerika mengatakan bahwa perjanjian ekspor senilai US$45 miliar telah ditandatangani kedua negara, termasuk pembelian pesawat Boeing senilai US$19 miliar.

Hak universal

Wartawan BBC di Washington mengatakan bahwa AS menggelar penyambutan tamu negara sesuai kelayakan tamu negara besar.

Kedatangan Presiden disambut dengan upacara militer penuh.

Usai bersalaman dan melakukan inspeksi pasukan, keduanya berdiri di halaman rumput Gedung Putih menyaksikan lagu kebangsaan kedua negara dimainkan diikuti oleh 21 dentuman meriam, kemudian berramah tamah dengan undangan, sebelum akhirnya menyampaikan pidato.

Presiden Obama mengatakan pertemuan kali ini akan meletakkan dasar bagi hubungan AS-Cina selama 30 tahun kedepan.

Ia mencontohkan pertemuan Jimmy Carter dengan pemimpin Cina, Deng Xiao Ping tahun 1979 yang menormalisasikan hubungan kedua negara, setelah beku selama 30 tahun.

Ia juga menyebut masalah hak asasi manusia.

''Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat lebih harmonis, lebih sukses dan dunia lebih adil, ketika hak dan kewajiban semua bangsa dan manusia dijunjung tinggi. Termasuk hak asasi semua manusia.''

Sebagai jawaban Hu mengatakan hubungan kedua negara di berbagai bidang telah menghasilkan hasil produktif dan mencapai kemajuan.

Sementara pertemuan berlangsung, di luar Gedung Putih, demonstran pro-Tibet melampiaskan kemarahannya terhadap apa yang mereka anggap sebagai rejim represif dengan berteriak: ''Siapa pembohong? Hu Jintao pembohong'' dan ''Algojo, algojo, Hu Jintao algojo.''