Presiden Medvedev minta manajer bandara diperiksa

Manajer Bandara Moskow yang baru diserang bom harus bertanggung jawab atas pelanggaran pemeriksaan keamanan.
Hal itu dinyatakan oleh Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, dalam siaran TV untuk menanggapi serangan yang diperkirakan merupakan pemboman bunuh diri yang menewaskan 35 orang.
"Seseorang harus bekerja amat keras untuk membawa sejumlah besar bahan peledak seperti itu."
Media Rusia melaporkan penyerang meledakkan sekitar 7 kg bahan peledak TNT di Bandara Domodedovo, Moskow.
"Jika dilihat dari lokasi dan tanda-tanda yang tidak langsung, maka ini merupakan serangan yang direncanakan dengan baik dan ditujukan untuk menewaskan sebanyak mungkin orang," tambahnya.
"Bandaranya baik dan ini diakui oleh semua orang. Baru dan modern. Bagaimanapun, apa yang terjadi memperlihatkan dengan jelas ada kelemahan dalam keamanan."
Militan Kaukasus Utara
Banyak orang Rusia yang menduga serangan itu dilakukan militan dari Kaukasus Utara.
Kelompok itu sering dituding berada di belakang serangan teror di Rusia, termasuk dua serangan bunuh diri pada Maret 2010 di sistem kereta bahwa tanah Moskow yang menewaskan 40 orang.
Serangan Maret itu dilaporkan dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri perempuan dari Dagestan.
Beberapa sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan tiga orang kini sedang dicari sehubungan dengan bom di bandara Moskow.
Dari kamera pengawas, terlihat bahwa pembom bunuh diri berjalan masuk ke ruang kedatangan dan memicu ledakan.
Beberapa saksi mata mengatakan kepada TV Rusia bahwa penyerang berteriak "saya akan bunuh kamu semua" sebelum meledakkan diri.





























