Kim Jong-il 'tolak sistem dinasti'

Kim Jong-un (depan tengah) bersama Kim Jong-il (depan kanan)
Keterangan gambar, Kim Jong-il tampaknya sedang mempersiapkan putra bungsunya, Kim Jong-un menjadi penggantinya

Kim Jong-nam, putra tertua pemimpin Korea Utara Kim Jong-il menyatakan ayahnya tidak pernah menginginkan sistem suksesi dinasti tetapi dia tidak memiliki pilihan lain untuk menstabilkan rezimnya yang sedang bermasalah.

Kim Jong-nam, yang sudah tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun, mengeluarkan pernyataan itu dalam wawancara yang jarang terjadi dengan sebuah surat kabar Jepang.

Kim Jong-il tampaknya sedang mempersiapkan putra bungsunya untuk menjadi penggantinya.

Kim Jong-nam diwawancarai pertengahan bulan Januari lalu oleh koran Tokyo Shimbun.

Pewarisan kekuasaan berdasarkan keturunan "tidak sesuai dengan sosialisme, dan ayah saya juga menentangnya," kata Jong-nam seperti dikutip dalam artikel yang terbit hari Jumat (28/1).

Stabilitas sistem internal

"Yang saya tahu adalah suksesi itu dilakukan untuk menstabilkan sistem internal. Korea Utara yang tidak stabil akan mendorong ketidakstabilan di kawasan."

Dia menambahkan dirinya ingin agar adiknya "meneruskan pekerjaan besar yang sudah dilakukan ayah saya. Saya ingin agar adik saya memperkaya hidup rakyat," kata Kim Jong-nam.

Kim Jong-nam, yang lebih sering tinggal di Macau, diyakini tidak dipilih menjadi pengganti ayahnya karena dia memiliki gaya hidup yang flamboyan.

Dia juga pernah ditangkap karena mencoba masuk ke Jepang tahun 2001 menggunakan paspor palsu.

Kekhawatiran terkait suksesi memicu ketegangan di semenanjung Korea. Ketegangan yang sedang berlangsung termasuk penyerangan sebuah pulau Korea Selatan oleh Pyongyang bulan November lalu.