TKI dianiaya lagi di Arab Saudi

TKI
Keterangan gambar, Demonstrasi ke kedubes Arab Saudi ketika kasus penganiayaan Sumiati
Waktu membaca: 1 menit

Kasus penganiayaan tenaga kerja wanita mirip kasus Sumiati binti Salan Mustapa yang menghebohkan kembali terjadi di Arab Saudi.

Korban bernama Armayih binti Sayuri berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan saat ini dirawat di rumah sakit di Madinah.

Konsul Indonesia untuk perlindungan WNI di KJRI Jeddah, Didi Wahyudi, mengaku sudah langsung mengirim tim terdiri dari seorang staf lokal dengan status diplomat, penterjemah, dan pendamping perempuan.

''Agar kami bisa segera melindungi korban karena majikan yang bersangkutan sedang membujuk untuk bertanazul (bermaaf-maafan) agar tidak perlu dipengadilankan,'' kata Didi kepada BBC Indonesia.

''Dia mengalami luka-luka di sekujur badan, lebam semua. Telinganya bengkak, tangannya membengkak, leher penuh cakaran dan kepalanya infeksi,'' tambah Didi lagi.

Armayih melarikan diri dari rumah majikannya di Madinah tanggal 26 Januari dan diketemukan di jalanan oleh seorang warga Arab Saudi sebelum dilarikan ke rumah sakit Madinah.

Ia bekerja sejak Februari 2009 di rumah majikan tersebut.

Didi Wahyudi menegaskan bahwa pihak KJRI akan membawa persoalan ini ke pengadilan.

Ia juga mengakui bahwa upaya pemerintah Indonesia lewat kunjungan Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar beberapa bulan lalu untuk mendesak pemerintah Arab Saudi agar memberikan hak perlindungan kepada TKI sama sekali tidak membuahkan hasil.