Niger gelar pemilu

Sumber gambar, AFP
Proses pemilihan umum untuk memilih Presiden baru di Niger akan berlangsung hari ini (31/01).
Pemilu tersebut bagi warga Niger meruapakan upaya untuk mengembalikan pemerintahan sipil pasca jatuhnya Presiden Mamadou Tandja pada Februari tahun lalu.
Pemerintahan Militer yang menguasai Niger pasca jatuhnya Tandja menjanjikan dilangsungkannya pemilu yang adil bagi negera yang tercatat sebagai salah satu negara termiskin di dunia ini.
Sejumlah calon telah siap bersaing untuk memimpin negara yang masih terus diwarnai konflik perbatasan dan perang antar suku ini.
Mantan pemimpin oposisi semasa pemerintahan Tandja, Mahamadou Issoufu dan sejumlah orang yang peranh dekat dengan Mamadou Tandja seperti Seini Oumarou dan Hama Amadou adalah calon yang siap berebut suara warga Niger.
Persoalan keamanan
Sadar bahwa Niger merupakan negara paling miskin di dunia, para calon pun dalam kampanyenya lebih menyoroti upaya mereka dalam melakukan reformasi di bidang ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan.
Mereka yang akan memimpin negara dengan pendapatan perkapita sebesar U$340 atau sekitar 3,1 juta rupiah ini tidak hanya akan menghadapi masalah ekonomi saja tetapi juga masalah sengketa keamanan di perbatasan dan pemberontakan sejumlah suku yang menginginkan otonomi khusus.
Masalah kemanan lainnya adalah adanya gerakan kelompok sempalan Al Qaeda yang kerap melakukan penculikan warga asing di negara tersebut.
Sejumlah pengamat memperkirakan para calon akan sulit untuk memperoleh suara dominan diatas lima puluh persen sehingga pemilu ini kemungkinan akan dilakukan kembali pada bulan Maret mendatang.
Sebelumnya sejumlah negara seperti Amerika Serikat mendesak agar pemilu di Niger segera dilakukan pasca jatuhnya Mamadou Tandja lewat aksi kudeta yang dilakukan petinggi militer di negara tersebut.





























