Rumsfeld bela perang Irak

Donald Rumsfeld

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Rumsfeld membela kebijakan untuk menyerbu Irak

Mantan Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld tetap membela kebijakan perang Irak.

Dalam buku otobiografinya yang akan terbit minggu depan dia menyatakan, kalau Saddam Hussein tetap berkuasa Timur Tengah sudah menjadi "tempat yang lebih berbahaya dari sekarang".

Rumsfeld, 78 tahun, mengakui bahwa dia mungkin seharusnya mengerahkan lebih banyak tentara, dan bahwa persaingan di dalam Amerika Sendiri menghalangi upaya rekonstruksi pasca perang.

Bocoran cuplikan buku itu sudah diterbitkan oleh surat kabar The Washington Post dan New York Times.

Mengenai jumlah pasukan itu, Rumsfeld mengatakan di dalam buku berjudul Known and Unknown setebal 800 halaman itu: "Kalau dilihat kembali, mungkin memang ada benar ada saat-saat dimana lebih banyak tentara bisa membantu."

Presiden Bush

Tetapi dia menambahkan kalaupun memang para pejabat militer pada saat itu merasa tidak cukup jumlah pasukan untuk menyerbu, mereka tidak pernah memberi tahu dia.

Selama konflik di Irak berlangsung, kata Rumsfeld, para komandan Amerika tidak pernah meminta tambahan pasukan kepadanya atau tidak setuju dengan strateginya setiap dia menanyakan.

Walaupun dia menyebut George W Bush sebagai "presiden yang jauh lebih hebat daripada citranya di masyarakat", Rumsfeld menyiratkan bahwa mantan presiden Amerika itu sedikit bersalah karena tidak melakukan upaya yang lebih besar untuk menyelesaikan perbedaan pendapat di kalangan para penasihat seniornya.

Bush "tidak selalu menerima, dan mungkin tidak menekankan, agar segera dilakukan pertimbangan mengenai berbagai pilihan sebelum dia mengambil keputusan. Dan anak buahnya tidak selalu menerapkan dengan efektif keputusan yang dia ambil," tulis Rumsfeld.