Tawaran pemerintah Mesir belum cukup

Bank di Mesir
Keterangan gambar, Warga Mesir memenuhi halaman bank yang baru saja beroperasi.

Kelompok opsisi Mesir menilai tawaran pemerintah untuk mengakhiri krisis politik di negara tersebut belum cukup.

Sejumlah kelompok oposisi termasuk yang selama ini dilarang kehadirannya oleh pemerintah, Persaudaraan Muslim atau Ikhwanul Muslimin dalam pembicaraan sebelumnya dengan pemerintah tetap mendesak agar Presiden Husni Mubarak mundur dari jabatannya.

Ikhwanul Muslimin tetap mendesakan sejumlah permintaannya untuk memuluskan proses pembicaraan dengan pemerintah Mesir.

Mereka antara lain meminta agar Presiden Husni Mubarak mundur dari jabatannya, membubarkan parlemen, membebaskan tahanan politik, menerapkan UU darurat di negara tersebut.

Pemerintah sejauh ini mengajukan usulan untuk melakukan reformasi konstitusi sebagai bagian dari upaya menyelesaikan krisis politik saat ini namun kelompok oposisi melihat hal itu barulah langkah awal saja.

Sementara itu Presiden Barack Obama dalam pernyataannya pada hari Minggu waktu setempat mengatakan Mesir 'tidak akan kembali seperti keadaannya yang dulu'.

Saat berbicara kepada Fox News Obama mengatakan pemerintahnya ingin melihat proses transisi di negara itu bisa berjalan saat ini.

"Rakyat Mesir menginginkan kebebasan, mereka menginginkan pemilu yang bebas dan adil, mereka ingin memilik pemerintahan yang benar-benar mewakili mereka, sehingga apa yang bisa kami katakan adalah anda harus memulai transisi itu sekarang," kata Obama.

Segera normal

Sejauh ini para pelaku unjuk rasa mengatakan mereka tidak menginginkan kompromi apapun dan mendesak Mubarak turun dari jabatannya dan membubarkan parlemen yang ada saat ini.

Para pelaku unjuk rasa juga menjelaskan bahwa pimpinan kelompok oposisi yang melakukan pembicaraan dengan pemerintah bukanlah wakil mereka.

Mubarak sejauh ini menolak untuk mundur dari jabatannya namun dia menjanjikan untuk tidak maju dalam proses pemilu yang akan berlangsung pada September mendatang.

Sementara itu Wartawan BBC di Mesir melaporkan sejumlah bank untuk pertama kalinya membuka layanannya setelah selama seminggu lebih berhenti beroperasi.

Antrian panjang nasabah yang ingin melakukan penarikan uang ikut mewarnai pembukaan layanan sejumlah bank tersebut.

Pemerintah Mesir sejauh ini memang terus berupaya untuk kembali membangkitkan perekonomian mereka yang diperkirakan harus kehilangan $310 juta setiap harinya.

Sejumlah pabrik,toko dan perdagangan saham telah tutup selama berhari-hari, semntara kebutuhan sehari-hari juga semakin menipis persediaanya.

Banyak warga Mesir yang berharap kehidupan segera kembali normal terlepas dari hasil aksi para pengunjuk rasa terhadap penguasa negara tersebut.