Tunisia bekukan Partai RCD

Sumber gambar, BBC World Service
Kementerian Dalam Negeri Tunisia membekukan dan menutup kantor partai yang pernah berkuasa di negara itu, Democratic Constitutional Rally (RCD).
Dalam penjelasannya yang disampaikan melalui televisi pemerintah mengatakan pelarangan ini dilakukan sambil terus menunggu keputusan pembubaran partai tersebut.
Pernyataan yang disampaikan ini berselang tiga minggu setelah pengunjuk rasa berhasil menggulingkan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali.
Pembekuan ini juga dilakukan ditengah bentrokan yang baru saja berlangsung akhir pekan lalu dan mengakibatkan tiga orang tewas.
Pada hari Sabtu (5/2) lalu polisi dilaporkan telah melakukan penembakan kepada sejumlah pelaku unjuk rasa di sebelah barat daya kota Kef yang menewaskan dua orang.
Namun sejumlah laporan lain menyebutkan serangan itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Alat kekuasaan
Bentrokan lain yang juga dilaporkan telah mengakibatkan jatuh korban satu orang tewas terjadi di kota Kebili.
Sementara pada hari Minggu (6/2), sejumlah pengunjuk rasa membakar satu kantor polisi dan berupaya untuk melakukan aksi di kawasan penjara yang ada di pusat kota.
Namun menurut kantor berita TAP aksi itu berhasil dihadang oleh pasukan tentara yang berjaga di kawasan tersebut.
Laporan sejumlah wartawan yang berada di sana mengatakan jika RCD dibubarkan maka itu merupakan langkah pembersihan paling berpengaruh sejak jatuhnya mantan Presiden Ben Ali.
RCD menjadi alat bagi Ben Ali untuk menjaga kekuasaanya di Tunisia.
Roda pemerintahan Tunisia saat ini dijalankan oleh pemerintahan bersatu sementara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi hingga pemilihan presiden yang akan berlangsung pada enam hingga tujuh bulan mendatang.





























