Pemberontak Chechnya klaim bom

Sumber gambar, Other
Seorang pemimpin pemberontak Chechnya, Doku Umarov, mengatakan dirinyalah yang memerintahkan aksi bom bunuh diri di bandara udara di Moskow bulan lalu.
Pemboman itu menewaskan 36 korban dan menyebabkan pengetatan penjagaan luar biasa di berbagai lokasi di ibukota Rusia itu.
Seperti ditulis kantor berita AP, Umarov memberikan pernyataan itu dengan mengenakan tutup kepala dan baju tempur.
"Kalian akan melihat operasi khusus semacam ini dilakukan atas perintah saya... Lebih banyak lagi operasi khusus akan dilakukan di masa depan," kata Umarov dalam rekaman video yang ditayangkan di halaman website sebuah kelompok Islam sehari setelah ancamannya tentang tahun penuh darah dan airmata untuk Rusia.
Para penyidik Rusia telah menyimpulkan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut adalah seorang laki-laki muda dari kawasan Kaukasus.
Doku Umarov memimpin sebuah kelompok bersenjata untuk menegakkan sebuah negara Islam di wilayah Kaukasus di utara Rusia.
Pemberontak Chechnya sudah berperang dengan tentara Rusia dalam dua kali periode pertempuran sejak 1994.
Serangan besar terhadap Rusia yang terakhir terjadi sekitar sepuluh tahun lalu, namun pemberontakan terus berlanjut dengan aksi-aksi tempur kecil di Chechnya di sepanjang wilayah republik Kaukasus.
Kelompok Umarov mengklaim bertanggungjawab atas serangkaian aksi serangan termasuk yang terjadi tahun lalu dimana dua pembom bunuh diri meledakkan sebuah jalur kereta bawah tanah Rusia dan menewaskan 40 orang.





























