Korea Selatan dan Utara bertemu

Pertemuan Korsel dan Korut
Keterangan gambar, Pertemuan Korsel dan Korut juga membahas masalah kemanusiaan

Korea Selatan secara prinsip menyetujui usulan Korea Utara untuk membahas masalah kemanusiaan dalam pertemuan kedua negara.

Termasuk reuni keluarga yang terpisah sejak perang Korea berakhir tahun 1953, dan memulai kerja sama di bidang pariwisata dan industri.

Menteri Penyatuan Korea Selatan mengatakan pertemuan untuk membicarakan reuni keluarga itu akan dimediasi oleh Palang Merah, setelah pertemuan militer kedua negara berakhir.

Pertemuan militer Korut dan Korsel ini merupakan yang pertama kali sejak situasi di Semenanjung Korea memanas.

Rabu (9/2) pertemuan masih akan berlanjut.

Pembicaraan mengenai reuni keluarga ini terakhir dilakukan pada 2009 lalu setelah dua tahun berhenti karena peningkatan suhu politik di perbatasan.

"Kami sepakat untuk melalukan pertemuan dengan Palang Merah, karena penting bagi Korut dan Korsel untuk membahas masalah kemanusiaan," kata juru bicara Menteri Penyatuan Korea Selatan, Lee Jong-joo.

Pertemuan militer

Selama dua hari, sejak Selasa (8/2) Korea Selatan dan Korea Utara melakukan pertemuan pendahuluan antara militer kedua negara.

Pembicaraan ini merupakan yang pertama sejak peristiwa penyerangan pulau di wilayah Korsel oleh pasukan Korut.

Korut dan Korsel bertemu di wilayah perbatasan Desa Panmunjom (P'anmunjo'm), jelas Kim Min-seok, juru bicara Menteri Pertahanan Korsel.

"Pertemuan militer ini tengah berjalan dan kedua negara melaksanakannya dengan serius," kata Kim kepada wartawan. Seperti dilaporkan Kantor Berita Korsel Yonhap.

Tetapi, Kim mengatakan kedua negara masih berbeda pendapat mengenai agenda pembicaraan masalah utama.

Sebelumnya, sumber pemerintah mengatakan Korea Utara mengajukan usulan untuk menggelar pembicaraan militer tingkat tinggi dengan Korea Selatan pada pekan depan, tetapi juru bicara menolak untuk mengkonfirmasi usulan terbaru Korut.

"Untuk menyiapkan pertemuan tingkat tinggi, kami membutuhkan waktu sekitar dua pekan," kata sumber itu. "Kami juga menyarankan agar pertemuan tingkat tinggi dapat dilakukan jika kedua negara sepakat dengan agenda yang akan dibahas." kata dia.

Dalam pertemuan ini, perwakilan Korut menolak tuduhan keterlibatan Pyongyang dalam peritiwa tenggelamnya kapal perang Korsel pada Maret lalu.

Suhu politik antara kedua negara Korea meningkat menyusul serangan Korut terhadap Pulau Yeonpyeong yang menewaskan dua tentara Korsel dan dua penduduk sipil.

Sebelumnya, hasil investigasi internasional menyebutkan Korea Utara menembak kapal perang Korsel dan menewaskan 46 marinir.

Tetapi, Korea Utara menolak tuduhan menyerang kapal perang Cheonan.