Sikap beragam terhadap pidato Mubarak

Husni Mobarak

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah kepala negara tidak gembira dengan sikap Mubarak.

Sejumlah kepala negara menyampaikan beragam pendapat terhadap pidato Presiden Hosni Mubarak yang menyatakan penolakannya untuk mundur.

Sesaat setelah menyaksikan pidato Mubarak melalui televisi di pesawat kepresidenan, Air Force One, Presiden Amerika Barrack Obama langsung melakukan pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya.

"Pemerintah Mesir harus mengedepankan sikap yang kredible,kongkret dan tegas untuk melangkah menuju pemerintahan demokrasi yang sejati. Mereka saat ini belum menggunakan kesempatan yang ada sekarang untuk melakukan itu," kata Obama dalam pernyataan tertulisnya

Wartawan BBC di Amerika dalam laporannya mengatakan pemerintah Amerika sebelumnya memang menginginkan stabilitas dan tidak menyetujui dengan kondisi saat ini yang mereka sebut penuh ketidakpastian dan kebingungan karena sikap Mubarak.

Sementara itu Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan saat ini keputusan masa depan negara itu sepenuhnya berada ditangan rakyat Mesir.

Sementara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan Mesir sekarang harus bisa menghindari bentuk pemerintahan diktator yang lain.

Presiden de facto

Menurutnya kondisi sekarang memang sudah tidak lagi terelakan bahwa Mubarak memang harus melepas kekuasaannya.

"Ini memang tidak bisa dihindari. Apa yang saya harapkan adalah demokrasi di Mesir akan segera lahir dan tentu ini akan membutuhkan waktu untuk melengkapinya dengan rangkaian formasi politik, struktur dan prinsip berdemokrasi," kata Sarkozy.

"Dan tentunya itu semua akan menuntun mereka menemukan jalan untuk berdemokrasi dan bukan justru menuntun mereka kepada sebuah bentuk kediktatoran lain."

Dalam pidatonya Presiden Mesir, Hosni Mubarak, mengatakan akan tetap memegang jabatannya dan mengalihkan kekuasaan setelah pemilihan presiden bulan September.

Pidatonya yang disiarkan lewat saluran TV nasional itu, bertentangan dengan laporan-laporan sebelumnya yang mengatakan dia siap untuk mundur.

"Saya mengajukan visi untuk memegang komitmen menjalankan tugas saya guna membawa negara ini keluar dari situasi sulit dan akan terus melanjutkan tugas ini dari jam pertama hingga seterusnya," kata Mubarak.

Dia juga mengatakan akan mendelegasikan sebagian dari kekuasaannya kepada Wakil Presiden Omar Suleiman namun akan mengabaikan dikte dari luar.

Lewat pidatonya, Mubarak menyatakan undang-undang keadaan darurat baru akan dicabut jika kondisinya sudah tepat.

Saat ini secara de facto jabatan Presiden Mesir dipegang oleh Omar Suleiman.