Cameron ingin pemerintahan sipil di Mesir

Perdana Menteri Inggris David Cemeron mengatakan Mesir saat ini memiliki "kesempatan berharga" untuk menuju pemerintahan sipil yang demokratis.
Cameron mengungkapkan pernyataan ini menyusul mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak setelah didesak oleh ribuan demonstran yang melakukan aksi selama 18 hari.
Dalam pernyataanya itu dia juga menegaskan posisi Inggris terhadap Mesir saat ini adalah layaknya seorang kawan yang siap membantu apapun yang mereka bisa lakukan.
Dalam pernyataanya yang disampaikan di depan rumah dinasnya di Downing Street, Cameron mengatakan pemerintahan baru Mesir sebaiknya memulai kerja mereka dengan "membangun sebuah keterbukaan, kebebasan dan masyarakat yang demokratis."
"Apa yang terjadi hari ini bisa jadi baru merupakan satu langkah pertama saja."
"Mereka yang saat ini menjalani pemerintahan di Mesir mempunyai tugas untuk merefleksikan apa diharapkan oleh masyarakatnya yaitu adanya upaya yang bersungguh-sungguh untuk menciptakan sebuah pemerintahan sipil yang demokratis sebagai bbagian dari transisi yang penting menuju Mesir yang yang terbuka dan bebas."
Sejumlah warga Mesir di Inggris tadi malam (11/2) merayakan turunnya Mubarak dari jabatannya sebagai Presiden.
Perayaan itu selain berlangsung di depan kantor Kedutaan Besar Mesir di Mayfair, perayaan juga tampak terlihat di pusat komunitas Arab yang terletak di sekitar kawasan Edgware Road.
Sebelumnya Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, mengumumkan Presiden Mubarak memutuskan mundur, dan kewenangan dipegang oleh dewan militer.
Pengalihan kekuasaan kepada militer ini melanggar konstitusi dan wartawan BBC di Kairo mengatakan kini masih belum jelas apakah pengunduran diri Mubarak akan membuat demonstran puas karena mereka menginginkan pemerintahan sipil baru.
Secara resmi, ketua parlemen Mesir yang seharusnya mengambil alih kekuasaan.





























