Pembom bunuh diri Irak tewaskan 27 orang

Korban pembom bunuh diri di Samarra

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sejumlah jenazah diangkut ke rumah sakit Samarra setelah serangan bom bunuh diri

Pembom bunuh diri di Irak meledakkan bom di tengah peziarah Syiah hari Sabtu (12/2) menewaskan sedikitnya 27 orang di utara Baghdad.

Ledakan terjadi di luar kota mayoritas penduduknya penganut Islam Sunni, Samara.

Serangan ini merupakan yang kedua kalinya dalam waktu tiga hari dengan sasaran para pezirah yang datang untuk mengunjungi masjid Al Askari memperingati meninggalnya imam ke-11 Hassan Al Askari.

Kamis lalu sedikitnya delapan orang tewas dalam serangan bom mobil di kota Dujail menimpa para jemaah yang akan berziarah ke Samara untuk perayaan hari Sabtu.

Tempat suci ini dibangun kembali setelah mesjid kubah emas hancur 22 Februari 206 oleh serangan yang diduga dilakukan Al Qaida di Irak, menewaskan sedikitnya 140 orang.

Serangan ini memicu konflik sektarian yang berlangsung selama bertahun-tahun antara penganut Syiah dan Sunni.

Bangunan tak rusak

Beberapa pejabat Irak mengatakan, serangan hari Sabtu terhadap mesjid yang masih dibangun itu tidak merusakkan bangunan.

Menurut kantor berita AP, pembom berada sekitar 200 meter dari mesjid ketika meledakkan bom yang dililitkan ke tubuhnya.

Polisi dan petugas rumah sakit di Samarra serta kota di dekatnya Balad, membenarkan jumlah yang meninggal mencapai 27 orang dan sekitar 30 lainnya terluka.

Polisi dikutip kantor berita Reuters mengatakan anak-anak dan wanita termasuk korban yang terluka.

Para peziarah dianggap sebagai sasaran yang mudah bagi kelompok perlawanan yang sering memasang bom di sepanjang jalan raya yang dilalui peziarah yang berjalan kaki.

Kekerasan di Irak menurun sejak mencapai puncaknya antara 2006 sampai 2007 namun pemboman masih terjadi setiap hari.