Italia minta dana pengungsi Tunisia

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Italia meminta dana dari Uni Eropa, UE, untuk menangani kedatangan ribuan warga Tunisia ke wilayahnya.
Sekitar 5.000 warga Tunisia mendarat di Pulau Lampedusa dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Kantor berita AFP Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengatakan kepada Presiden UE Herman van Rompuy bahwa keadaan sudah gawat dan menyangkut seluruh Uni Eropa.
Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni mengatakan negaranya sudah mengajukan dana 100 juta ero untuk mengatasi kedatangan mereka.
Maroni mengatakan dia sudah meminta agar badan pengelola perbatasan UE, Frontex, bertindak dengan mengerahkan 200 prajurit untuk mengawasi pusat-pusat penampungan pendatang Tunisia.
Pulau Sisilia
Sebuah pusat penampungan di Pulau Lampedusa yang berkapasitas 850 orang telah dibuka kembali, sedangkan ribuan pendatang lainnya sudah dipindah ke Pulau Sisilia yang mempunyai leebih banyak fasilitas penampungan.
Sementara itu walikota Lampedusa Bernardino Rubeis menyatakan keadaan darurat di wilayahnya.
"Seluruh bangsa Tunisia sedang berusaha mencapai Italia dan kemudian ke negara-negara lain, "kata Rubeis.
Sejak Presiden Zine al-Abidine Ben Ali digulingkan bulan lalu, patroli polisi di perairan Tunisia berkurang.
Menurut beberapa laporan, paling sedikit lima warga Tunisia meninggal dunia ketika kapal mereka tenggelam.
Warga yang selamat dari peristiwa itu mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kapal mereka ditabak satuan penjaga pantai Jumat lalu, ketika mereka sedang menuju Italia.
"Kapal itu mengangkut 120 penumpang, 85 orang selamat, lima tewas dan 30 hilang," kata salah seorang penumpang bernama Ziad Ben Abdaalah.
Sementara satuan penjaga pantai di kota Zarzis membenarkan bahwa ada kapal yang tenggelam, tetapi penyebabnya adalah kondisi kapal yang tidak laik melaut.





























