Oposisi Bahrain tolak dialog

Sumber gambar, AP
Kelompok oposisi utama Bahrain menolak ajakan dialog dari Raja Hamad bin Isa al-Khalifa untuk menyelesaikan krisis politik di negara itu.
Anggota senior kelompak Welfac mengatakan bahwa pemerintah harus turun dulu dan tentara ditarik dari jalanan sebelum dilakukan adanya dialog.
Bahrain diguncang oleh gelombang protes antipemerintah dalam seminggu ini dan setidaknya empat pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan dengan tentara.
Sebelumnya Raja Hamad dari Bahrain telah memerintahkan putra mahkotanya memulai dialog untuk menyelesaikan krisis politik di Bahrain.
Pada hari Jum'at, pasukan keamanan Bahrain melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa antipemerintah, setidaknya melukai 50 orang.
Presiden Amerika Serikat telah menelfon Raja Hamad dan meminta dia untuk menahan diri dalam menghadapai para demonstran.
Bahrain adalah salah satu sekutu dekat Amerika Serikat di Timur Tengah.
Bahrain diperintah oleh keluarga kerajaan dan elit Muslim Sunni, tetapi mayoritas yang berdemonstrasi adalah orang Syiah.
Banyak diantara pengunjuk rasa itu menyerukan penggulingan keluarga kerajaan.





























