Dunia menekan Gaddafi

Sumber gambar, AFP
Menteri luar negeri dari penjuru dunia berkumpul hari Senin ini ( 28/02) untuk membicarakan pergolakan politik di Libia.
Serangkaian unjuk rasa antipemerintah Muammar Gaddafi di Libia telah menewaskan setidaknya 1,000 orang dan memicu gelombang eksodus ribuan orang yang meninggalkan negara itu.
Berbicara sebelum menghadiri pertemuan di Jenewa, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan bahwa pemerintahnya akan berusaha "menjangkau seluruh lapisan masyarakat Libia di bagian timur"
Pasukan oposisi menguasai kota-kota di bagian timur termasuk di kota Benghazi, pusat gelombang unjukrasa yang meletup pertama kali 10 hari yang lalu.
Mereka mengatakan telah membuat sebuah dewan nasional sebagai mesin politik gerakan anti pemerintah.
Clinton mengatakan bahwa dia akan membicarakan sebuah kordinasi respons baik dari segi kemanusiaan maupun dari segi politis dengan rekan-rekannya dari Eropa, Timur-Tengah dan Afrika pada pertemuan yang diadakan di Dewan HAM PBB di Jenewa.
Badan pengungsi PBB UNHCR, menyatakan sekitar 100.000 orang telah meninggalkan Libia masuk ke negara-negara tetangganya dalam satu pekan terakhir.
Koresponden BBC di daerah perbatasan Jim Muir mengatakan bahwa pengungsi dari Mesir mulai meninggalkan Libia sejak hari Rabu namun dalam beberapa hari ini jumlah mereka melonjak.
Wartawan BBC di perbatasan Libia mengatakan, eksodus itu menimbulkan masalah besar. Massa yang berkerumun menunggu tanpa mendapatkan fasilitas sanitasi yang memadai.
Jalan-jalan tersumbat karena kemacetan lalu lintas sedangkan jumlah orang yang datang ke perbatasan semakin banyak sepanjang waktu.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan lebih dari 20.000 orang mengungsi ke Tunisia dan dan 15.000 mengungsi ke Mesir.





























