Twitter harus serahkan informasi Assange

Twitter

Sumber gambar, PA

Keterangan gambar, Pemerintah AS menilai data yang dimiliki Twitter soal Assange penting untuk penyelidikan.

Hakim pengadilan federal menetapkan situs jejaring sosial, Twitter harus menyerahkan informasi yang berkaitan dengan akun milik pendiri Wikileaks, Julian Assange kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Data ini akan digunakan oleh pemerintah negara tersebut untuk penyelidikan dugaan kasus kriminal yang dilakukan oleh Assange.

Amerika memang berencana mengenakan dakwaan terhadap Assange sehubungan dengan pembocoran 250.000 kabel diplomatik rahasia lewat situs Wikileaks

Sebelumnya jaksa penuntut umum telah mengajukan permintaan agar Twitter membuka informasi akun Assange dan empat rekannya.

Permintaan ini diajukan oleh jaksa penuntut umum untuk mengetahui penggunaan akun kelima orang itu dalam tujuh bulan terakhir.

Setelah putusan ini keluar maka Twitter harus membuka sejumlah informasi yang diminta tersebut.

Informasi yang diberikan oleh Twitter nanti akan mencakup siapa saja pemilik akun twitter yang mengikuti Assange dan keempat rekannya tersebut, juga siapa saja pemilik akun yang mereka ikuti dalam situs jejaring sosial ini.

Twitter juga diharuskan menyerahkan informasi tentang siapa saja yang telah dikirimi pesan lewat akunmilik kelima orang itu.

Hakim Theresa Buchanan yang memutus perkara ini menyatakan kebebasan tidak membuat mereka terhindar dari sebuah proses penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah.

Namun tiga dari empat pemilik akun twitter rekan Assange itu berencana melakukan banding terhadap putusan tersebut.

Melalui pengacaranya mereka mengatakan keputusan ini merupakan pelanggaran terhadap hak berpendapat dan berserikat.