Jepang gandakan upaya pencarian korban

Evakuasi oleh tentara

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Dari 51 ribu, kekuatan tentara penolong korban digandakan jadi 100 ribu personil

Pemerintah jepang menyatakan akan menggandakan jumlah aparat militer yang diterjunkan ke loaksi pencarian korban akibat gempa dan tsunami menjadi seratus ribu personil.

Banyak kampung pemukiman kecil dilaporkan masih terisolir di bagian selatan kepulauan Jepang.

Warga terlantar di atap-atap bangunan sementara tentara menggunakan helikopter untuk menyelamatkan mereka.

Seorang juru bicara Palang Merah, Patrick Fuller, pada BBC mengatakan kemungkinan jumlah korban tewas jauh diatas seribu orang.

Menurut media massa Jepang masih 10 ribuan warga belum bisa dikontak di kota Minamisanriku.

Sementara jutaan orang lainnya mengalami pemadaman listrik dan terputusnya aliran air bersih di Jepang Utara.

Palang Merah menyatakan sistem peringatan dini tsunami Jepang telah menyelamatkan ribuan warga setempat dari amukan ombak raksana ke lokasi aman di gedung-gedung publik.

Gempa susulan

Kantor berita AP menulis regu-regu penyelamat mencari para korban bermil-mil sepanjang pantai sementara ribuan pengungsi yang lapar berdesakan di lokasi penampungan darurat yang gelap-gulita karena putusanya aliran listrik dan bantuan.

Sebagian lokasi pengungsi terletak di wilayah yang dikelilingi air sehingga sulit dijangkau regu penolong.

Sementara itu gempa susulan terus terjadi, terbesar berlangsung pada hari Minggu (13/03) dengan magnitude 6.2 bersumber dari dasar laut dengan kedalaman 179 kilometer Timur kota Tokyo.

Gempa itu sempat mengguncang gedung-gedung di ibukota, namun belum ada laporan korban atau kerusakan.