Israel setujui pemukiman baru Yahudi di Tepi Barat

Sumber gambar, Getty
Israel menyetujui pembangunan ratusan rumah untuk pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat.
Sejumlah pejabat mengatakan, keputusan telah disetujui komite tingkat menteri hari Sabtu (12/03).
Pengumuman itu muncul sehari setelah pembunuhan lima anggota keluarga pemukim Yahudi di Tepi Barat.
Kantor berita AP menyebutkan, PM Netanyahu yang berada dalam tekanan untuk menanggapi pembunuhan itu masuk dalam anggota komite tingkat menteri.
Seorang pejabat Israel mengatakan pembangunan akan berlangsung di daerah pemukiman yang Israel mungkin kuasai dalam setiap kesepakatan damai dengan Palestina.
Pejabat Palestina mengecam keputusan tersebut.
"Keputusan ini salah dan tidak dapat diterima dan akan hanya menciptakan masalah," ujar Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Mahmoud Abbas.
Sudah direncanakan
Juru bicara pemerintah Israel mengatakan pembangunan itu sudah direncanakan beberapa waktu lalu namun wartawn BBC, Jon Donnison, di Ramallah mengatakan tidak sulit memperhatikan waktu pengumuman itu terkait dengan pembunuhan.
Perkembangan terbaru itu muncul sementara upaya perdamaian antara Israel dan Palestina nyaris terhenti.

Sumber gambar, AFP
Palestina menolak semua kontak langsung dengan Israel sampai pembangunan pemukiman dibekukan.
Hampir setengah juta orang Yahudi tinggal di lebih 100 pemukiman sejak Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur tahun 1967.
Mereka diangap ilegal berdasarkan hukum internasional meskipun Israel mempertikaikan pendapat itu.
Militan dicurigai
Sementara itu pengejaran masih berlanjut di Tepi Barat setelah keluarga Yahudi berangotakan lima orang termasuk dua anak dan seorang bayi ditikam sampai mati ketika mereka tidur Jumat malam di pemukiman Itamar.
Radio militer, yang dikutip kantor berita AFP, mengatakan dua anak lainnya telah diselamatkan dan yang ketiga, seorang perempuan berusia sepuluh tahun, tiba di rumah larut malam dan memberitahu tetangga bahwa ada sesuatu yang terjadi.
Serangan terhadap keluarga Fogel disambut dengan kemarahan di Israel dan mengagetkan banyak warga Palestina.
Israel mencurigai serangan dilakukan militan Palestina.
Perdana Menteri Isral Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai tindakan "keji".





























