Jepang mengecam operator nuklir

Sumber gambar, Reuters (audio)
Pemerintah Jepang mengecam operator pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima atas kesalahan informasi yang mereka berikan.
Perusahaan listrik Tokyo (Tepco) sebelumnya mengatakan bahwa tingkat pencemaran radiasi 10 kali lipat lebih tinggi dari ambang normal, namun pernyataan itu kemudian dikoreksi menjadi 100 ribu.
"Mengingat pengawasan radioaktif adalah unsur penting dalam keselamatan maka kesalahah seperti ini benar-benar tidak dapat diterima," juru bicara Yukio Edano mengatakan.
"(Pemerintah) telah memerintahkan Tepco untuk tidak mengulangi kesalahan ini," ujar Yukio.
Namun ia juga mengatakan bahwa pemerintah mengerti para pekerja sudah bekerja cukup berat dan mengalami stress.
Informasi kebocoran diumumkan disaat para pekerja sedang berjuang untuk membetulkan reaktor nuklir yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi awal bulan Maret.
Sebuah gempa berkekuatan 6,5 scala richter kembali mengguncang kawasan Sendai hari Senin (28/03) dan ancaman tsunami sempat dikeluarkan.
Sumbu meleleh
Yukio juga mengatakan bahwa tingginya tingkat radiasi di air yang membanjiri lantai bawah tanah di reaktor 2 mungkin disebabkan oleh sumbu besi pelindung bahan bakar yang meleleh.
"Radiasi sepertinya bersumber dari melelehnya sumbu besi yang kemudian berinteraksi dengan air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor," ujar Yukio.
Operator reaktor nuklir Fukushima-Daiichi hari Minggu meminta maaf atas 'kesalahan' dalam melaporkan kenaikan tingkat radiasi sampai 10 juta lebih diatas ambang normal.
Tepco mengatakan seorang pekerja yang mengukur tingginya radiasi tidak punya waktu untuk menunggu hasil pengukuran kedua, karena tingkat radiasi yang begitu tinggi dia langsung pergi dari tempat itu.
"Angkanya tidak dapat dipercaya, kami sangat menyesal," ujar juru bicara Tepco, Takashi Kurita.





























