Koalisi takkan persenjatai lawan Gaddafi

Sumber gambar, AFP
Negara-negara koalisi yang menyerang sasaran-sasaran di Libia tidak akan memasok senjata kepada pemberontak yang anti-Gaddafi, kata menteri pertahanan Inggris Liam Fox kepada BBC.
Beberapa laporan di suratkabar Sunday Times mengaku bahwa rencana untuk memasok senjata kepada para pemberontak sedang dibuat.
Namun Dr Fox mengatakan ada embargo senjata dari PBB di seluruh negara dan menambahkan "kita harus menerimanya".
Ia juga mengatakan berharap persetujuan akhir mengenai penyerahan operasi di Libia kepada NATO sudah akan terjadi Minggu malam.
Pasukan koalisi sudah menyerang sasaran-sasaran di Libia selama tujuh malam. Mereka bertindak berdasarkan resolusi PBB yang memberikan wewenang serangan militer untuk melindungi warga sipil dan menergakkan zona larangan terbang.
Menguasai minyak
Dr. Fox mengatakan berkat campur tangan koalisi, para pemberontak sekarang punya momentum.
"Ketika mereka bergerak di sekitar pantai, tentu saja, para pemberontak akan semakin menguasai tempat-tempat untuk ekspor minyak Libia.
"Dan jika mereka terus bergerak di sekitar pantai itu dari Brega ke Ras Lanuf di pantai berarti mereka akan menguasai semua ekspor minyak Libia.
"Ini akan menghasilkan dinamika yang sangat berbeda dan keseimbangan yang berbeda di Libia."
Sejak serangan udara dimulai, perdebatan memanas mengenai bagaimana krisis ini akan berakhir. Beberapa kalangan menyarankan agar koalisi memasok senjata untuk membantu pemberontak menggulingkan rezim di sana.
Namun Dr Fox mengatakan :"Kami tidak akan mempersenjatai pemberontak. Kami tidak berencana mempersenjatai pemberontak."
Ada suara yang mengatakan bahwa Kolonel Muamar Gaddafi menjadi sasaran, namun Dr Fox mengatakan menggulingkan pemimpin Libia tidak menjadi tujuan keterlibatan koalisi.
"Keterlibatan koalisi akan berhenti begitu rezim itu berhenti melukai dan membunuh warga sipil.
"Sulit untuk membayangkan mereka akan berhenti selama ada Gaddafi di sana, namun menggulingkan Gaddafi adalah aspirasi -bukan bagian dari resolusi PBB."
Namun ia menambahkan: "Jika Kol Gaddafi pergi, ini tentu saja, sebuah bonus."
Ia juga mengatakan "mungkin ada rejim-rejim lain yang bersedia melindungi dirinya", namun koalisi tidak berminat untuk membantu menemukan "tempat yang aman" bagi Kolonel Gaddafi.





























