Jepang diguncang gempa lagi

Japan after quake
Keterangan gambar, Jepang sebelum dan sesudah gempa

Sebuah gempa di kawasan timur laut Jepang kembali menggempa kawasan yang sudah hancur akibat gempa dan tsunami 11 Maret lalu.

Peringatan tsunami kecil juga dikeluarkan setelah gempa berkekuatan 6,5 skala richter mengguncang kawasan Sendai pada pukul 07.23 pagi waktu setempat. Namun ancaman tsunami kecil ini dicabut karena bahaya tsunami tidak sebesar yang diperkirakan.

Gempa ini dilaporkan semakin mempersulit tim penyelamat yang masih mencari korban akibat gempa sebelumnya.

Tapi tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa terbaru tersebut.

Tidak nyaman

Tepco
Keterangan gambar, Tepco dianggap tidak transparan dan gagal memberi informasi yang tepat

Sementara itu Operator PLTN Fukushima-Daiichi minggu kemarin menyampaikan permintaan maaf atas sebuah ''kesalahan'' dalam melaporkan adanya bocoran radiasi sebesar 10 juta kali dari batas normal di salah satu reaktor.

Tokyo Electric Power Company (Tepco) mengatakan seorang pekerja membaca sebuah bagian dari sistem pendingin reaktor nomor 2 dan tidak punya cukup waktu untuk mengkonfirmasi pembacaan sistem kedua karena harus segera meninggalkan lokasi karena tingkat radiasi yang meningkat.

"Angka itu tidak kredibel. Kami sangat menyesal,'' kata juru bicara TepcoTakashi Kurita.

Seorang juru bicara pengawas nuklir Jepang, Hidehiko Nishiyama, mengatakan tingkat radiasi di genangan air dekat reaktor 2 berada pada posisi 1.000 millisieverts perjam.

"Itu adalah angka yang sangat tinggi,'' kata Nishiyama.

Tingkat radiasi sangat tinggi, sehingga pekerja di dekat air terkontaminasi harus mendapatkan dosis empat kali lebih besar dari yang biasanya dalam satu jam.

Wartawan BBC di Tokyo mengatakan laporan keliru itu menimbulkan lebih banyak ketakutan dan menambah ketidaknyamanan yang sudah berkembang di Jepang.

Minggu kemarin kelompok anti nuklir menggelar aksi protes, mendesak Jepang mengganti industri nuklirnya.

Badan nuklir PBB IAEA memperingatkan kalau krisis ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan.

Bagaimanapun pemerintahan di Tokyo mengatakan radiasi udara di kawasan PLTN telah menurun, sehingga tidak perlu lagi untuk memperluas kawasan evakuasi.

Tepco selama ini dikritik karena minim transparansi dan dianggap gagal memberi informasi yang tepat dan membuat sejumlah kesalahan lainnya, termasuk penggunaan baju bagi para pekerjanya.