Ibukota Pantai Gading dilanda kekerasan

Sumber gambar, Reuters (audio)
Pertempuran sengit terjadi di ibukota negara Afrika Pantai Gading, Abidjan di hari ketiga.
Pasukan yang setia kepada Presiden Alassane Ouattara bertarung dengan tentara pendukung pemimpin Laurent Gbagbo yang tidak diakui oleh dunia internasional
Tentara pendukung Gbagbo telah membuat seruan untuk mempersenjatai diri setelah berhasil merebut stasiun televisi.
Seorang tentara didampingi oleh anggota keamanan Gbagbo membaca sebuah pernyataan dan menyerukan tentara pendukung Gbagbo untuk melindungi institusi-institusi negara.
Sementara itu Badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti dikuti oleh kantor berita Perancis, AFP, mengatakan ratusan orang tewas dibunuh oleh pasukan Ouattara di kota barat Duekoue sepekan ini.
Namun, hal itu dibantah oleh salah satu penasehat Outtara, Sidiki Konate yang menyatakan tidak pernah ada suatu operasi khusus untuk membunuh pendukung Gbagbo.
Ia mengakui memang ada korban jiwa di kedua belah pihak akibat bentrokan di kota Duekoue.
Pernyataan Palang Merah Internasional
Sebelumnya Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan sedikitnya 800 orang diyakini tewas di kota barat pantai Gading, Duekoue sepekan ini.
Mereka merupakan korban rusuh antar kelompok massa, kata lembaga kemanusiaan itu.
ketua delegasi ICRC di Pantai gading menyatakan peristiwa ini sangat menggoncangkan karena skala dan tingkat kebrutalannya.
PBB sendiri mengatakan sedikitnya 330 orang tewas dalam bentrokan massa tersebut.
Sementara itu pertempuran di Abidjan berlangsung dengan sengit di daerah sekitar istana kepresidenan dan pangkalan militer Agban.
Namun situasi dalam kota dilaporkan kacau dan tidak jelas.





























