Pemberontak Libia akan ekspor minyak

Sumber gambar, BBC World Service
Ekspor minyak pertama dari wilayah Libia Timur yang dikuasai pemberontak dalam waktu tiga minggu akan segera dilakukan.
Kelompok-kelompok oposisi Libia berencana mengisi satu tanker yang diyakini telah melabuh di pelabuhan dekan Tobruk.
Langkah ini diambil ketika serangan udara NATO terhadap pasukan pro Gaddafi dan para pemberontak berkumpul di dekat kota Brega.
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa tanker itu telah tiba di terminal ekspor minyak Marsa el-Hariga dekat kota Tobruk.
Juga muncul laporan yang belum bisa dikonfirmasi bahwa tanker itu berbendera Liberia milik perusahaan Yunani Dynacom Management.
Satu penyedia data dan berita perkapalan, Lloyd's List, mengatakan sekitar 1 juta barel minyak akan diisi ke tanker yang kemungkinan memilki daerah tujuan akhir Qatar.
Negara Teluk kecil ini telah mengakui pemberontak Libia sebagai pemerintah yang sah di negara itu dan sepakat untuk menjual minyak dari wilayah pemberontak.
Libia adalah penghasil minyak ketiga terbesar di Afrika, namun ekspor minyak terhenti sejak aksi pemberontakan menentang Gaddafi terjadi sekitar dua bulan lalu.
Negara ini mengekspor 1,6 juta barel minyak setiap hari.
Michelle Wiese Bockman dari Lloyd's Listing mengatakan kepada BBC: "Pentingnya berita ini bukan hanya karena ini adalah pengapalan minyak pertama dalam 18 hari, tetapi juga merupakan pertanda Libia kembali terbuka untuk perdagangan dan pengapalan internasional. Langkah ini merupakan satu pesan pada pemilik tanker lain."
Minyak mentah berkualitas tinggi ini berharga sekitar US$100 juta dengan harga sekarang, tambahnya.
Minyak ini kemungkinan besar akan dipasarkan ke negara-negara seperti Italia, yang sebelumnya memang merupakan pembeli utama produksi minyak Libia.
Pemerintah Italia sendiri secara terbuka mendukung pemerintah pemberontak.
Pada hari Senin (04/04) para pejabat Uni Eropa mengklarifikasi nasihat hukum soal sanksi dengan menyatakan bahwa ekspor minyak diperbolehkan sepanjang uangnya tidak jatuh ke tangan pemerintah Gaddafi atau perusahaan minyak negara itu.
Penghentian ekspor minyak dari Libia membuat harga minyak naik sehingga mencapai harga tertinggi dalam dua setengah tahun pada hari Senin.
Minyak mentah jenis Brent naik US$2,36 menjadi US$121,06, setelah sebelumnya sempat mencapai US$121,29. Sementara jenis US light naik menjadi US$108,47, harga tertinggi sejak September 2008.





























