PM Jepang janji takkan tinggalkan korban tsunami

Sumber gambar, AP
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan hari Minggu(10/4) berjanji tidak akan pernah meninggalkan korban yang selamat dari tsunami.
Dalam kunjungan kedua ke zona bencana sejak tragedi 11 Maret dia mengatakan, pemerintah "akan bekerja secepat mungkin" untuk membangun rumah bagi 150.000 orang yang tinggal di pemukiman sementara sejak bencana.
Seperti dikutip kantor berita AFP, Naoto Kan yang sedang berkunjung ke Ishinomaki mengatakan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk menjamin penangkapan ikan bisa segera dimulai.
"Pemerintah akan mengerahkan semua kekuatannya untuk bekerja sama dengan Anda. Kami tidak akan pernah meninggalkan Anda," kata Kan kepada sebuah stasiun radio seperti dikutip AFP.
Industri perikanan
Industri perikanan yang penting bagi Jepang rusak berat karena kekhawatiran kontaminasi zat radioaktif di udara dan laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushia Daiichi.

Sumber gambar, AFP
Ishinomaki adalah kota pesisir di Propinsi Miyagi yang berpenduduk 163.000 jiwa.
Kawasan ini merupakan yang paling parah terkena bencana gempa 11 Maret yang menelan korban sampai 13.000 orang, menghancurkan puluhan kilometer garis pantai dan menyebabkan puluhan ribu warga tuna wisma.
Walikota Ishinomaki Hiroshi Kameyama dikutip AP mengatakan kepada Kan pemerintah perlu bertindak cepat untuk membangun rumah bagi 17.000 orang warga yang kehilangan rumah dan tinggal di penampungan sementara.
Lebih dari 2.600 meninggal di Ishinomaki dan 2.800 lainnya dinyatakan hilang. Kapal-kapal juga rusak melumpuhkan industri perikanan yang merupakan bagian 40 persen dari ekonomi kota itu.
Hari Minggu seorang pekerja yang berjuang keras mendinginkan reaktor dibawa ke rumah sakit karena mengeluh sakit.
Juru bicara Tokyo Electric Power mengatakan, "seorang pekerja, pria berusia 30-an mengeluh tidak sehat sekitar pukul 11.00. Dia sadar namun merasa pusing. Dia bisa berjalan jika dibantu."





























