Libia peringatkan pemberontak Misrata

Pemberontak Libia di Misrata

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemberontak Libia di Misrata mengklaim merebut kota itu namun pasukan Gaddafi 'ditarik mundur'

Pemerintah Libia memperingatkan bahwa suku-suku yang setia kepada Kolonel Gaddafi akan mengambil alih perlawanan terhadap pemberontak di Misrata.

Langkah itu diperkirakan akan memperburuk situasi di Misrata.

Wakil Menteri Luar Negeri Libia Khaled Kaim mengatakan, pasukan Libia ditarik dari pertempuran di kota itu.

Namun dia menambahkan suku-suku di sana tidak akan mundur melawan pemberontak meskipun sudah jatuh banyak korban.

Juru bicara pemberontak di Misrata mengatakan, Kolonel Gaddafi hanya bermain-main saja dan tidak akan membiarkan pasukannya meninggalkan Gaddafi.

Pertempuran di Misrata sudah berlangsung hampir dua bulan dengan jatuh banyak korban.

Pertempuran memperebutkan Misrata menelan korban sedikitnya 10 orang sementara pemberontak mengklaim telah merebut lagi kota itu.

"Sejak pukul delapan pagi, kami menerima jenazah 10 orang dan 50 orang terluka, biasanya itu jumlah korban satu hari penuh," kata seorang dokter Khalid Abu Salra di rumah sakit Hikma dikutip kantor berita AFP.

"Kami kewalahan, sangat kewalahan. Kami kekurangan apapun mulai dari personil, peralatan dan obat-obatan," kata Khalid.

Klaim pemberontak

Sementara itu bagi pemberontak Libia di Misrata mengklaim telah membebaskan kota itu dari pasukan Gaddafi.

"Misrata sudah dibebaskan, pemberontak memenangkan pertempuran. Pasukan Gaddafi sebagian tewas dan sebagian lain melarikan diri," ujar jubir pemberontak Gemal Salem kepada kantor berita Reuters.

Namun demikian belum ada konfirmasi independen mengenai klaim itu.

Menurut Salim meskipun pasukan Gaddafi sudah ditarik dari Misrata mereka masih berada di luar kota dan masih dalam posisi untuk membombardir kota itu.

Salim menjelaskan, tujuan pemberontak di Misrata sekarang adalah membantu pasukan lain di Libia Barat.

Kini kaum pemberontak membersihkan jalan-jalan Misrata karena sebelum meninggalkan kota itu, pasukan Libia memasang ranjau di jenazah, mobil dan rumah.

"Salah seorang dari kami membuka kulkas ketika dia pulang ke rumahnya setelah pasukan Gaddafi mundur pagi ini dan meledak di depannya. Sama dengan jenazah. Ketika membalikkan jenazah, terjadi ledakkan," katanya.