Sekitar 500 orang tewas di Nigeria

Pasar Zonkwa

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pasar Zonkwa yang hancur akibat kerusuhan yang terjadi di Nigeria pasca pemilu presiden.

Organisasi HAM di Nigeria menyebutkan sekitar 500 orang tewas menyusul kerusuhan yang terjadi setelah pemilu presiden pada bulan ini.

Kongres masyarakat Sipil mengatakan jumlah korban kekerasan diperkirakan jauh lebih besar dan sebagian besar di wilayah utara negara bagian Kaduna dan diperkirakan jumlah korban

Kekerasan terjadi menyusul hasil pemilu yang menyatakan Goodluck Jonathan, yang berasal dari kalangan Kristen, mengalahkan kandidat Muslim Muhammadu Buhari.

Peristiwa itu menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Saingan, Jonathan, Muhammadu Buhari membantah telah menghasut pendukungnya dan menyebutkan kekerasan itu sebagai peristiwa yang " menyedihkan, tidak diharapkan dan tidak berdasar."

Kongres masyarakat sipil mengatakan kekerasan yang paling parah terjadi di Kota Zonkwa di wilayah Kaduna, dan diperkirakan sekitar 300 orang tewas.

Pemimpin Kongres menyebutkan sekitar 516 orang tewas dalam peristiwa kekerasan itu.

Koresponden di Nigeria melaporkan kerusuhan karena ketidakpuasan terhadap hasil pemilu, kemungkinan berlanjut di negara yang memiliki 36 negara bagian itu.

Pada Minggu (24/4) di bagian utara Kota Kano, sebagian besar warga Muslim merayakan Paskah di barak militer dan polisi, yang dijadikan lokasi pengungsian.

Eyo Anthony mengatakan dia dan keluarganya mengungsi setelah para perusuh menembaki toko yang terletak di dekat tempat tinggal mereka.

"Meskipun dalam dua hari terakhir ini situasi lebih tenang, saya belum ingin kembali ke rumah.... sampai pemilu gubernur," kata dia.

"Saya tahu bagaimana saya melarikan diri dengan keluarga saya dan saya tidak ingin mengalami kejadian yang sama."

Sebagian besar masyarakat di wilayah Utara merasa presiden yang akan datang harus memeluk agama yang sama dengan mereka, sebab seorang presiden Muslim meninggal sebelum masa jabatannya berakhir.

Sebelumnya Jonathan merupakan Wakil Presiden dan diangkat menjadi presiden pada tahun lalu, setelah kematian Presiden Umaru Yar'Adua, yang berasal dari daerah Muslim di utara.

Bagaimanapun, sejumlah analis mengatakan kemiskinan dan marginalisasi ekonomi merupakan penyebab kerusuhan yang utama, dibandingkan dengan masalah agama.

Nigeria bagian Utara dan Selatan memiliki budaya, etnis dan bahasa yang berbeda.